Nasional

Ini Kata dr Risky Akaputra Alasan Tenaga Medis Tetap Tertular Covid-19 meski Pakai APD Lengkap

Penularan Virus Corona atau Covid 19 memang tidak kenal siapa korbannya. Baik orang biasa atau tenaga medis sekali pun. Sebagai pihak yang berada di garda terdepan penangan Covid 19, tenaga medis tentunya sangat dekat dan rawan dengan Virus Corona.

Pasalnya, baik dokter maupun perawat, mereka bersinggungan langsung dengan pasien. Oleh karena itu, tenaga medis dilengkapi dengan seperangkat Alat Pelindung Diri (APD) dan protokol penangan yang ketat. Meski demikian, tidak sedikit tenaga medis yang tertular bahkan banyak di antaranya meninggal dunia.

Para tenaga medis secara prinsip mamang telah menerapkan protokol penanganan dan pengamanan diri secara ketat. Namun ada beberapa hal yang memang membuat para tenaga medis bisa tertular. Satu di antaranya adalah lengah terhadap area kotor dan bersih.

Tak terkecuali, termasuk dalam hal APD itu sendiri. "Memang ada tenaga medis yang tertular Virus Corona, tetapi mereka sudah melakukan pencegahan pencegahan pada saat berhubungan dengan pasien, itu sudah paati terjadi," ujar dr Rizky. "Tetapi mungkin ada beberapa hal yang sulit dihindari pada saat itu karena membedakan area kotor dan area bersih itu sangat penting, itu poin yang pertama," tambahnya.

Selain itu, interaksi yang dilakukan di luar tugas meraka sebagai tenaga medis juga menjadi faktor lain. Menurut dr Rizky beberapa kasus tenaga medis positif Covid 19 ada yang tertular dari luar rumah rumah sakit. "Poin yang kedua mereka pada saat perjalanan pulang ke rumah ini juga diperhatikan, jadi beberapa tenaga medis yang terkena itu kita tracing justru mendapatkannya itu justru dari luar," terangnya.

Dokter spesialis bedah sarafRumah Sakit (RS) Kariadi Semarang, Jawa Tengah,Zainal Muttaqin angkat bicara soal puluhan tenaga medis yang terinfeksi Virus Corona. Zainal Muttaqin menyebut ada keteledoran yang dilakukan para tenaga medis hingga menyebabkan tertular Virus Corona. Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube tvOneNews, Jumat (17/4/2020).

Pada kesempatan itu, Zainal menyinggung soal ketidakjujuran pasien saat menceritakan gejala yang dialami kepada dokter. "Tapi pemberian informasi yang tidak lengkap dari sisi pasien juga ada, terus dari kami dalam menelusuri atau wawancara kami terhadap pasien di saat pasien datang pertama kali," jelas Zainal. "Itu kadang karena situasi wabah ini baru buat kita, ya seorang ibu mengalami kecelakaan lalu lintas, patah tulang, perdarahan di otak."

"Kita menanyai dengan baik ibu tadi dengan keadaannya yang ada, tapi kita lupa menanyakan bahwa ibu tadi suaminya dua minggu lalu baru pulang mudik dari daerah wabah," imbuhnya. Namun, Zainal tak hanya menyalahkan pasien yang kurang jujur mengatakan gejala yang dialami. Menurut dia, ada pula kesalahan tenaga medis yang tak secara rinci mencari informasi pada orang orang terdekat pasien.

"Itu kan contoh saja, kalau dari kami juga ada kekurangan dalam menelusuri, bukan hanya pasien tapi orang orang di dekat pasien itu," terangnya. Lebih lanjut, Zainal pun menyoroti soal pandangan buruk masyarakat terhadap orang orang yang dinyatakan positif terkena Virus Corona. "Terus satu lagi yang lebih penting, jadi suasana sosial kita ini masih memberikan stigmasisasi terhadap yang positif," ujar Zainal.

"Jenazahnya saja ditolak, apalagi kami yang hidup positif begini. Kami bisa menulari orang lain loh mbak," tukasnya. Sebelumnya, Zainal menyebut semua petugas medis sudah dibekali dengan alat pelindung diri (APD). Meskipun terlindungi, para tenaga medis tetap terancam tertular Virus Corona jika pakaian APD sudah dilepas.

Zainal mengatakan, pihak rumah sakit menyediakan ruangan khusus untuk dokter melepas APD. "Tetapi persoalan persoalan lain terkait itu masih ada, jadi karena situasi wabah ini kan baru kali ini terjadi. Kita hadapi bersama," terang Zainal. "Jadi misalkan kita pakai APD enggak akan ketularan, tapi saat kita melepas APD itu di suatu ruangan yang disediakan."

Terkait hal itu, ia menduga ada kecerobohan yang dilakukan tenaga medis saat melepas baju APD. Hal tersebut yang dinilainya menjadi awal penularan Virus Corona ke puluhan tenaga medis RS Kariadi. "Tidak boleh ada tenaga medis lain di situ, karena pada saat kita buka APD kita akan terjadi aerosolisasi, penyebaran kuman yang nempel di APD kita ke ruangan itu," kata Zainal.

"Jadi ada di antara kita yang kurang hati hati. Jadi itu salah satu penyebab, jadi bukan terlambat identifikasi sebenarnya."

Berita Terkait

Negara Tidak Sedang Terancam Teror Diskusi UGM Kriminolog UI

Nurofia Fauziah

Itu Urusan Kejaksaan Biar Bertanggung Jawab Sendiri Mahfud MD Enggan Tanggapi Kasus Novel Baswedan

Nurofia Fauziah

Pakar Epidemiologi Sebut Indonesia Belum dapat Penuhi Seluruh Kriteria dari WHO Soal New Normal

Nurofia Fauziah

Tanggapan Bambang Brodjonegoro Soal Rusuh di ‘Calon Ibu Kota’ Indonesia

Nurofia Fauziah

Siti Nur Azizah Temui Prabowo Bicarakan Langkah Menuju Pilkada 2020 Putri Wapres Ma’ruf Amin

Nurofia Fauziah

BMKG Catat 2 Gempa Guncang Pangandaran & Melonguane pada Jumat Malam

Nurofia Fauziah

Wujudkan Spirit BUMN buat Indonesia Pegadaian Kenalkan Budaya AKHLAK

Nurofia Fauziah

Berikut ketentuan & Skema Pencairannya BLT Rp 600 Ribu Selama 4 Bulan Dibagikan 2 Tahap

Nurofia Fauziah

Respons Dubes China buat Indonesia Sikapi Kasus Pelarungan Jenazah ABK WNI Dari Kapal Ikan Tiongkok

Nurofia Fauziah

Diduga Kelelahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Pingsan saat Pimpin Rapat Virtual

Nurofia Fauziah

Lengkap dengan Keutamaannya Bacaan Niat Puasa Tarwiyah & Arafah

Nurofia Fauziah

Pizza Hut Beri Promo hanya Bayar Rp 500 hingga Shopee Big Sale Promo Menarik Harbolnas 11.11

Nurofia Fauziah

Leave a Comment