Metropolitan

Ini Faktanya Terungkap Isi Kardus Seorang Wanita Tertipu Belasan Juta Beli Masker di Toko Online

Nasib pilu dialami seorang wanita berinisial A (46) yang baru saja kena tipu. Wanita berusia 46 tahun ini kena tipu saat membeli masker di toko online. Tak tanggung tanggung, jumlah kerugian yang ia alami lebih dari Rp 11 juta.

Kejadian tak mengenakkan ini dialami oleh A pada 18 Maret 2020 lalu. Seperti yang diketahui, ketersediaan masker saat ini terbilang langka. Bahkan jika tersedia, harganya melonjak drastis.

Masker disposable yang biasa dijual Rp 25 ribu 30 ribu per kotak, kini bisa mencapai Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah. Tak sedikit oknum yang memanfaatkan kelangkaan masker ini untuk meraup keuntungan yang banyak dengan menaikkan harga masker. Bahkan ada pula yang tega menipu pembeli dengan memanfaatkan situasi ini.

Seperti yang dialami oleh A hingga merugi hingga lebih dari Rp 11 juta. Dia melanjutkan, jumlah belasan juta tersebut untuk lima kali transaksi. Pada tiap transaksi tersebut, sambungnya, harga masing masing paketmaskerberbeda.

"Ada yang ratusan ribu sampai belasan juta," ujar A. Sang pelakupenipuanpun berusaha mengirimkan paketmaskerpesanan A. Namun, hingga keesokan harinya, 19 Maret 2020, pesanan A tak kunjung dikirim.

Alhasil, A curiga dan langsung mengajak pelaku bertemu. "Tapi dia (pelaku) menolak saya ajak bertemu biar memastikan benar apa tidak," ujarnya. "Dia malah bilang, tidak bisa bertemu. Ini paketnya saya kirim melalui jasa pengiriman barang. Dia bilang begitu sambil marah marah," sambungnya.

Padahal, kata A,maskeryang dipesan ini untuk disumbangkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebab, Ibu Kota Jakarta sedang dilanda wabah virus corona (Covid 19). Tak tinggal diam, pada 21 Maret 2020, A melaporkan kasus ini kepada pihakPolresMetroJakartaPusat.

Kini, kasuspenipuantersebut sedang ditangani jajaranPolresMetroJakartaPusat. Nomor laporan A pun tercatat dengan nomor: 487/K/III/2020/RESTRO JAKARTA PUSAT. "Akhirnya saya laporan kePolresMetroJakartaPusat, agar tak ada korban lagi," kata A.

Wanita berusia 46 tahun, A, membelimaskerseharga Rp 11 jutaan ditokoonline, pada Rabu, 18 Maret 2020. Dia tak sendiri, melainkan patungan dengan teman temanya yang tergabung dalam kelompok pengajian, di kawasanJakartaPusat. "Saya dan teman teman (ibu ibu pengjian) patungan belimaskernya, cuma saya yang pesan dan tanggung jawab," kata A, saat dihubungi, Senin (30/3/2020).

Setelah tahu bahwa dirinya tertipu oleh pedagangmaskertersebut, A menyebut sempat syok lantaran tak enak hati dengan temannya. "Iya, kacau. Saya bingung memikirkan bagaimana cara mengganti uang teman saya," ujar A. Mengatakan, beruntung sejumlah temannya memahami insiden yang menimpanya.

"Untung teman saya ada yang mengerti apa yang saya alami. Tapi tetap, saya tidak enak hati dengan mereka," ujarnya. "Beberapa orang ada yang sudah saya ganti uangnya, cuma ya mereka ada yang mengerti juga," lanjutnya. Tak tinggal diam, pada 21 Maret 2020, A melaporkan kasus ini kepada pihakPolresMetroJakartaPusat.

Kini, kasuspenipuantersebut sedang ditangani jajaranPolresMetroJakartaPusat. Nomor laporan A pun tercatat dengan nomor: 487/K/III/2020/RESTRO JAKARTA PUSAT. "Akhirnya saya laporan kePolresMetroJakartaPusat, agar tak ada korban lagi," pungkas A.

Setelah wanita berusia 46 tahun berinisial A tertipu belasan juta saat membelimaskerditokoonline, kini dia menceritakan hal serupa. Kali ini, dia menjelaskan insiden tersebut dialami temannya, berinisial C. "Pas dibuka, isinya bukanmasker, malah dus dus kecil bekas," sambungnya.

Karena itu, A menyatakan kerugian yang dialami C senilai kira kira Rp5,6 juta. "Parah banget. Dia mengalami kerugian Rp5,6 juta," ujar A. Pun menduga, penipu yang menjualmaskerkepada C merupakan komplotan yang sama.

"Kalau saya duga, itu komplotannya mereka. Karena mereka itu ada beberapa akun, setelah saya kena tipu itu," kata dia. "Nama Bank nya pun sama, tapi nomor rekeningnya tidak sama, sih," lanjutnya. Terlebih, saat A dan C melaporkan hal ini ke kantor Bank yang dimaksud, mendapat cerita mengenaskan juga.

Ada seorang nasabah yang tertipu hingga Rp 17 jutaan. "Bahkan waktu saya laporan ke bank tempat saya transfer, ada pegawai banknya yang bilang, ada korban kerugiannya sampai Rp 17 juta," ucap A. Menjelaskan, C berniat membelimaskerguna disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan.

Yakni orang yang rentang terpapar virus corona (Covid 19), di antaranya tenaga medis dan warga Jakarta yang bekerja di luar rumah. "Sama kayak saya, untuk disumbangkan ke orang orang," ujarnya. Dia menjelaskan, hal tak mengenakan ini terjadi pada 18 Maret 2020.

Dia melanjutkan, jumlah belasan juta tersebut untuk lima kali transaksi. Pada tiap transaksi tersebut, sambungnya, harga masing masing paketmaskerberbeda. "Ada yang ratusan ribu sampai belasan juta," ujar A.

Sang pelakupenipuanpun berusaha mengirimkan paketmaskerpesanan A. Namun, hingga keesokan harinya, 19 Maret 2020, pesanan A tak kunjung dikirim. Alhasil, A curiga dan langsung mengajak pelaku bertemu.

"Tapi dia (pelaku) menolak saya ajak bertemu biar memastikan benar apa tidak," ujarnya. "Dia malah bilang, tidak bisa bertemu. Ini paketnya saya kirim melalui jasa pengiriman barang. Dia bilang begitu sambil marah marah," sambungnya. Padahal, kata A,maskeryang dipesan ini untuk disumbangkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebab, Ibu Kota Jakarta sedang dilanda wabah virus corona (Covid 19). Tak tinggal diam, pada 21 Maret 2020, A melaporkan kasus ini kepada pihakPolresMetroJakartaPusat. Kini, kasuspenipuantersebut sedang ditangani jajaranPolresMetroJakartaPusat.

Nomor laporan A pun tercatat dengan nomor: 487/K/III/2020/RESTRO JAKARTA PUSAT. "Akhirnya saya laporan kePolresMetroJakartaPusat, agar tak ada korban lagi," pungkas A.

Berita Terkait

Guru Bimbel Merudapaksa Muridnya Selama 2 Tahun, Mengaku Pernah Jadi Korban Hingga Bukti Fisik

Nurofia Fauziah

Jalur Puncak akan Ditutup 12 Jam pada Malam Tahun Baru

Nurofia Fauziah

Warga Kampung Duri Semanan Kalideres di Posko Pengungsian Masih Kesulitan Air Bersih

Nurofia Fauziah

Mayat Wanita Ditemukan Terkubur di Taman Kota Tol Jagorawi, Diduga Korban Pembunuhan

Nurofia Fauziah

Buronan FBI Russ Albert Medlin Ternyata Residivis Kasus Pedofilia di Amerika Serikat

Nurofia Fauziah

Polrestro Jakarta Barat Klaim Telah Kantongi Sejumlah Poin Penting Penyebab Gedung Ambruk di Slipi

Nurofia Fauziah

Keterangan Ketua RT Terkait Kasus Tukang Cilor Diduga Cabuli Bocah di Cengkareng

Nurofia Fauziah

Heboh Juru Parkir & Tukang Sate Saksikan Hubungan Intim Penghuni Kamar Hotel karena Tirai Terbuka

Nurofia Fauziah

Pegawai Restoran Yang Dirumahkan Kini Pilih Pulang Kampung Karena Corona kisah Lenia

Nurofia Fauziah

Driver Taksi Online Aniaya Dan Peras Penumpang, Pihak GO JEK Beri Penjelasan

Nurofia Fauziah

Tiga JPO Kekinian di Jakarta Rusak Akibat Pengguna Skuter Listrik Tak Bertanggung Jawab

Nurofia Fauziah

Detik Detik Pelaku Curanmor Beraksi Di Minimarket Bekasi Yang Terekam CCTV

Nurofia Fauziah

Leave a Comment