Metropolitan

Ini Ancaman Hukuman Pelaku! Suami Terluka Ibu Hamil Tewas Ditabrak 6 Tahun Dambakan Anak

Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan seorang ibu hamil ditabrak oleh pengendara mobil di Palmerah, Jakarta. Ibu dan bayi yang dikandungnya meninggal dunia akibat kejadian memilukan tersebut. Tak hanya ibu hamil, sang suami juga ikut menjadi korban tabrak.

Suaminya terluka parah, namun masih bisa diselamatkan. Belakangan, ibu hamil tersebut diketahui bernama Erlinda (26). Ia dan sang suami telah lama menantikan untuk memiliki momongan.

Sudah 6 tahun mereka menikah. Namun, ketika usia kandungan menginjak 7 bulan, peristiwa tragis justru terjadi. Nyawa Erlinda dan bayi dalam kandungannya tidak tertolong setelah ditabrak oleh ibu ibu belajar nyetir.

Kini pengendara mobil telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Kecelakaan yang dialami Erlinda berlangsung di Gang Madat JalanPalmerahUtara IV, RT 13 RW 06,Palmerah,JakartaBaratpada Sabtu (22/2/2020) siang. Saat itu Erlinda hendak menghampiri sang suami yang menjemputnya di seberang kantor.

Sang suami yang saat itu duduk di atas sepeda motornya juga sempat tertabrak dan terseret beberapa meter sebelum terhenti tepat di depan tiang listrik. Wardi (45) salah satu rekan korban yang menyaksikan kecelakaan itu mengatakan, saat kejadian, korban dan suaminya kendati berlumuran darah, namun masih sadar. "Masih sadar, tapi emang luka parah di badannya, kemudian langsung dibawa oleh pelaku dan suaminya ke Rumah Sakit Bhakti Mulia," kata Wardi ditemui di lokasi, Kamis (27/2/2020).

Wardi mengatakan, pelaku adalah seorang wanita yang diketahui bernama Firda Meisari. Saat kejadian, pelaku sedang belajar mengemudi mobil yang didampingi sang suami yang merupakan warga negara Nigeria. "Dia lagi belajar, orang sempat berhenti lama di depan. Pas korban nyeberang, kemungkinan dia salah injek pedal, niatnya mau injek rem malah nginjek gas," papar Wardi.

Peristiwa kecelakaan ini pun sempat terekam CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Wardi mengatakan, korban memang sedang mengandung anak pertamanya yang begitu dinantikan lantaran sudah menanti selama enam tahun. "Korban ini hamil mau tujuh bulan, ini anak pertama sudah enam tahun nikah," kata Wardi.

Wardi mengatakan, beberapa jam pascakejadian, setelah dibawa ke rumah sakit, awalnya janin yang dikandung korban dinyatakan meninggal dunia. Adapun korban menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (23/2/2020) pagi. Sedangkan sang suami selamat.

"Keduanya langsung dibawa ke kampungnya di Semarang untuk dimakamkan disana," kata Wardi. Firda Meisari, pengendara mobil yang menabrakwanitahamilhingga tewas saat ini sudah ditahan. "Pelaku sudah diamankan, hari Minggu sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Kemudian, kita lakukan penahanan," kata Kasat LantasJakartaBarat, KompolHari Admoko saat dikonfirmasi, Kamis (27/2/2020).

Hari mengatakan, pelaku akan dikenaiPasal 310 ayat 3 dan 4 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Ancamannya enam tahun penjara," kata Hari. Dijelaskan Hari, kecelakaandiGang MadatJalanPalmerahUtaraIV, RT 13 RW 06,Palmerah,JakartaBaratpada Sabtu (22/2/2020) siang itu disebabkan karena pelaku kaget hingga salah menginjak pedal rem.

Hari membenarkan bahwa pelaku memang tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). "Kalau kita lihat dari pemeriksaan, awalmya kendaraan ini berhenti, begitu mobil ini bergerak, dia kaget karena di sebelahnya ada pejalan kaki," papar Hari. "Kagetnya ini bukan ngerem tapi malah injek gas, hingga kedoronglahibuhamildan akhirnya kebentur ke tiang listrik," tambahnya.

Bunga tabur masih terlihat di tiang listrik yang jadi lokasi ditabraknya seorangibuhamildi JalanPalmerahUtara IV,JakartaBarat. Meski sudah sedikit layu, aroma wangi masih terasa di lokasi. Sedangkan kondisi tiang listriknya masih berdiri tegak tak terlihat adanya bagian yang penyok.

Menurut keterangan Wardi (40), rekan kerja korban, bunga tersebut ditaburi oleh para karyawan asuransi yang jadi tempat kerja korban Erlinda. Adapun kantor tempat korban bekerja berada persis di depan lokasi kejadian. "Ditaburi sama karyawan kantor pas abis tahlilan tiga harian korban," kata Wardi ditemui di lokasi, Kamis (27/2/2020).

Wardi mengatakan, sejak meninggalnya korban pada Minggu (23/2/2020), rekan kerja korban memang menggelar tahlilan di kantor hingga tiga hari atau pada Selasa (25/2/2020). "Untuk mendoakan dan mengenang almarhumah saja, karena kan almarhumah dimakamkan di kampung halamannya di Semarang," ucap Wardi.

Berita Terkait

Izin Penyelenggaraan DWP 2019 Terancam Dicabut Pemprov DKI

Nurofia Fauziah

Pemilik Toko yang Viral Karena Tolak Pembeli yang hendak Borong Dagangannya kisah Susanna

Nurofia Fauziah

Termasuk soal Ganja 7 Masalah Baru Pemilik Lamborghini yang Todong Pistol menuju Pelajar di Kemang

Nurofia Fauziah

Orang Tua Korban Diteror Hingga Dimintai Tebusan Rp 15 Juta Kasus Penculikan Balita di Jatinegara

Nurofia Fauziah

Mengawinkan Konsep Naturalisasi & Normalisasi Dua Cawagub DKI Sepakat Solusi Atasi Banjir

Nurofia Fauziah

Begini Konsepnya PT KAI Tata Ulang 4 Stasiun Ciptakan Integrasi Antarmoda di Wilayah DKI Jakarta

Nurofia Fauziah

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sebuah Sekolah Dasar Islam di Depok

Nurofia Fauziah

LRT Jakarta Keok Sama Ojol Di Empat Stasiun Lainnya Menang Di Dua Stasiun

Nurofia Fauziah

Pemprov DKI Akui Alami Defisit Rp 10 Triliun

Nurofia Fauziah

Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online di Bogor Dikenal Pemuda yang Kecanduan Game Online

Nurofia Fauziah

Mantan Kapolsek Pancoran Mas Dianiaya Sopir Angkot di Depok

Nurofia Fauziah

Kecelakaan Tunggal Di Tol BSD Jakarta, Pengemudi Minibus Alami Luka Berat

Nurofia Fauziah

Leave a Comment