Lifestyle

Ini Alasannya Pakar Keamanan Pangan Ajak Masyarakat Hindari Air Kemasan Galon Sekali Pakai

Untuk mengurangi bahaya penumpukan sampah plastik di lingkungan, masyarakat sebaiknya menghindari konsumsi air kemasan galon sekali pakai. Air kemasan galon yang sudah puluhan tahun dikenal masyarakat lebih ramah lingkungan karena bisa diisi ulang dipabrik dan terbukti aman di konsumsi. Guru Besar Institut Pertanian Bogor Prof Ir Ahmad Sulaeman PhD mengatakan, setiap produk yang sudah dikemas dan disegel sesuai standar yang telah ditetapkan, sudah pasti hiegienis dan aman dikonsumsi.

Air Kemasan Galon yang diisi ulang di pabrik sudah memenuhi standar keamanan pangan dan lebih ramah lingkungan. Hal ini disampaikan menaggapi klaim segelintir produsen air kemasan yang menggunakan galon sekali pakai yang mengklaim produk mereka lebih aman. Pakar Keamanan Pangan ini meminta pemerintah untuk menegur pèrusahaan perusahaan produsen air kemasan galon sekali pakai karena bertentangan dengan kebijakan pemerintah tentang penurunan limbah plastik.

Saat ini pemerintah melalui KLHK sudah mengeluarkan kebijakan phase out bebarapa jenis produk dan kemasan produk sekali pakai sebagaimana diatur dalam Permen LHK No. P.75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. “Langkah perusahaan produsen air kemasan galon sekali pakai itu kontradiksi dengan kebijakan pemerintah yang justru sedang berupaya mengurangi limbah plastik, seperti dengan penggunaan tumbler di sekolah, kampus, kantor, dan hotel hotel, yang tidak lagi menyediakan air minum dalam kemasan,” ujarnya belum lama ini. Padahal air kemasan galon yang sekarang digunakan telah dikonsumsi selama puluhan tahun dan sangat aman karena telah memperoleh izin keamanan pangan dari Badan POM, kata Ahmad.

Jadi jelas, produk air kemasan galon sekali pakai itu akan memperberat pekerjaan pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan dan menambah beban pemerintah untuk mengurangi sampah plastik di laut. “Ini akan memperberat tugas pemerintah dan masyarakat dalam penanganan limbah plastik,” tuturnya. “Satu satunya upaya ya produsen air minum kemasan galon sekali pakai harus menerima pengembalian kemasan bekas tersebut atau membeli ulang kemasan bekas tersebut dan harus me recycle sendiri sampai menjadi plastik food grade kembali yang bisa digunakan kembali oleh mereka,” ucap Ahmad Sulaeman.

Pemerintah juga harus membuat kebijakan yang mewajibkan produsen air kemasan galon sekali pakai itu untuk menerima dan membeli bekas kemasan galon, untuk diolah menjadi produk lainnya. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan reward kepada industri indutri pangan yang telah membantu pemerintah dalam mengurangi limbah kemasan plastik sekali pakai, Ahmad menjelaskan Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan komunikasi dengan para produsen air kemasan dengan lebih gencar agar mereka juga melakukan langkah yang sejalan dengan Peraturan Pemerintah yang sudah dibuat.

“Jadi jika ada produsen makanan dan minuman seperti Cleo dan Le Minerale ini, yang mendorong pemakaian kemasan galon sekali pakai, kita akan berbicara lagi dengan industri AMDK itu untuk meminta bagaimana produsen itu bisa melaksanakan Peraturan Menteri LHK dan tidak menambah beban persoalan sampah plastik di Indonesia,” tandasnya. Kata Vivien, KLHK akan memastikan mereka harus memenuhi kewajibannya sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan pengelolaan sampah. Yaitu, untuk menarik kembali kemasan galon tersebut setelah dipakai konsumen untuk mereka daur ulang. “Mekanisme penarikan kembali untuk didaur ulang sangat terbuka untuk mereka atur sendiri. Kami siap membangun komunikasi terkait mekanisme itu. Jika itu tidak dilakukan, mereka berarti para produsen itu melanggar peraturaan perundangan pengelolaan sampah dan sekaligus sangat berpotensi menambah jumlah sampah plastik yang membebani lingkungan,” katanya.

Berita Terkait

Ramalan Zodiak Rabu 22 Mei 2019, Saingan Libra Iri, Pisces Pesimis, Cancer Sensitif

Nurofia Fauziah

Jalan Hidup Cancer Berubah Aquarius Dibanjiri Masalah Ramalan Zodiak Besok Selasa 24 Desember 2019

Nurofia Fauziah

Luna Maya Sedih Setelah Sang Mantan Nikahi Syahrini? Peneliti:Patah Hati Bisa Sebabkan Kematian

Nurofia Fauziah

Virgo & Sagitarius Tertantang Cancer Stres di Awal Ramalan Zodiak Minggu Ini 20-26 Oktober 2019

Nurofia Fauziah

Hindari Penggunaan Sabun Mandi pada Muka 6 Bahan yang Sebaiknya Tidak Diaplikasikan pada Wajah

Nurofia Fauziah

Pisces Jangan Buat Pacarmu Marah Ramalan Zodiak Cinta buat yang Pasangan Selasa 7 Januari 2020

Nurofia Fauziah

Apakah Anak Balitamu Sejenius BJ Habibie? Ini 10 Ciri Bayi Cerdas Dari Tanda Fisik Hingga Perilaku

Nurofia Fauziah

4 Zodiak Paling Manis, Pisces Peduli, Virgo Tak Ingin Menyakiti Hati Orang lain

Nurofia Fauziah

Kemenparekraf Gelar Pelatihan Gratis buat Terapis secara Daring Industri Spa Mati Suri

Nurofia Fauziah

Kenalkan Keuangan Sejak Dini Melalui Kegiatan Bermain Bersama Sahabat Cha Ching

Nurofia Fauziah

Aquarius Dapat Banyak Uang Ramalan Zodiak Besok Sabtu 7 Maret 2020 Libra Masalah Kesehatan

Nurofia Fauziah

Berikut Niat & Doa Beserta Artinya Panduan & Tata Cara Shalat Tahajud

Nurofia Fauziah

Leave a Comment