Travel

Ini 8 Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Gunakan Transportasi Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengoperasikan kembali kereta api (KA) reguler pada 12 Juni 2020. KA reguler tersebut terdiri dari perjalanan KA jarak jauh dan KA lokal. Bagi traveler yang sudah merencanakan perjalanan dengan KA reguler, ada sejumlah hal yang patut kalian simak terlebih dahulu.

Calon penumpang diimbau untuk manfaatkan aplikasi KAI Access untuk melakukan transaksi pembelian tiket dengan metode non tunai. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kontak fisik dan risiko penularan covid 19. Masker dan face shield adalah alat pelindung diri yang wajib dikenakan saat berada di area stasiun maupun di dalam kereta.

Penumpang juga bisa melengkapi alat pelindung diri dengan mengenakan sarung tangan. Khusus penumpang infant (anak anak usia di bawah 3 tahun) diwajibkan membawa face shield sendiri. Penumpang diimbau untuk mengenakan baju lengan panjang atau jaket.

Hal ini untuk mencegah kontak fisik saat tidak sengaja bersentuhan dengan orang lain. Selain itu, penumpang juga diminya untuk langsung ganti baju dan mandi sesampainya di rumah. PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran covid 19.

Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penulusan riwayat kontak dengan penderita covid 19 dapat dilakukan. Pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah. Selama berada di lingkungan kereta maupun stasiun penumpang diimbau untuk tidak berbicara baik langsung maupun via telepon.

Dengan tidak berbicara, maka akan mencegah keluarnya droplet dari mulut dan akan semakin efektif menekan kemungkinan penyebaran covid 19. Dikarenakan ada proses pemeriksaan persyaratan, penumpang diimbau datang lebih awal ke stasiun paling lambat 30 menit sebelum jadwal kebernagakatan. Petugas di stasiun dan di dalam kereta akan memberikan instruksi agar protokol kesehatan tetap berjalan.

Penumpang harus menunjukkan identitas diri yang sah dan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari. Selain itu, penumpang juga bisa menunjukkan surat keterangan hasil uji rapid test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan. Sedangkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau puskesmas, hanya berlaku bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR atau rapid tes.

Di era adaptasi kebiasaan baru ini, penumpang dimbau untuk selalu menyiapkan barang bawaan wajib, seperti: Mulai dari hand sanitizer, tisu, masker cadangan, sabun caur, mini disinfektan, helm, dan perlengkapan lain yang dmungkin dibutuhkan.

Berita Terkait

9 Hotel Murah Sekitar Jalan Malioboro Yogyakarta dengan Tarif di Bawah Rp 150 Ribu

Nurofia Fauziah

Cerita Khansa, Pendaki Cilik Asal Cibubur yang Gapai Puncak Tertinggi Kilimanjaro Afrika

Nurofia Fauziah

Sebentar Lagi Ramadan, Mau Bukber Ala Timur Tengah? Yuk ke Hotel Santika Premiere ICE – BSD City

Nurofia Fauziah

5 Destinasi Wisata Olahraga Terbaik di Indonesia

Nurofia Fauziah

Kisah Wanita Ini Viral di Medsos karena Jadi Satu-satunya Penumpang di Pesawat

Nurofia Fauziah

Itinerary Cappadocia Izmir Pamukkale 3 Hari 2 Malam, Cocok Untuk Solo Traveler

Nurofia Fauziah

25 Fakta Unik China, Negara yang Menjadikan Warna Putih untuk Tanda Berkabung

Nurofia Fauziah

Kuliner Legendaris di Menteng Jakarta Sejarah Pempek Megaria

Nurofia Fauziah

5 Rekomendasi Tempat Makan Soto Ayam Enak di Jakarta

Nurofia Fauziah

Ini Alur Pemeriksaan Calon Penumpang di Terminal 2 & 3 Bandara Soekarno-Hatta Selama Pandemi

Nurofia Fauziah

Termasuk Citilink 4 Maskapai Penerbangan yang Sediakan Layanan Kargo

Nurofia Fauziah

Nikmati Keseruan di Dunia Harry Potter Panduan Lengkap Wisata menuju Universal Studios Japan

Nurofia Fauziah

Leave a Comment