Travel

Ini 7 Jenis Tiket Kereta & Tempat Membelinya Pertama Kali menuju Jepang

Jepang menjadi destinasi impian bagi wisatawan dari berbagai negara. Selain panorama alam yang indah, Jepang punya banyak budaya, tradisi, festival, taman bermain hingga kehidupan warga yang unik yang menarik perhatian wisatawan. Tak cuma itu saja, transportasi umum di Jepang ternyata juga sangat menarik.

Jika kamu berencana menggunakan transportasi umum saat liburan ke Jepang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Transportasi umum di Jepang tentu tidak sama dengan Indonesia. Sistem transportasi umum di Jepang cukup rumit.

Di sana, orang orang paling banyak menggunakan kereta api untuk bepergian. Sebelum pergi ke Jepang, kamu harus memahami jenis kereta, jenis tiket, jalur dan stasiun. Jalur kereta api di Jepang tidak dioperasikan oleh satu perusahaan saja.

National Japan Railways Group hanya mengelola sekitar 80 persen rel kereta api di Negeri Sakura. Lalu, sisanya dikelola oleh perusahaan swasta. Di Jepang, ketika membaca peta visual di atas mesin penjualan tiket, kamu akan melihat beberapa jalur yang mengarah ke tujuan yang sama, tapi memilikitarifberbeda.

Hal itu karena setiap perusahaan punya patokantarifsendiri, tergantung pada fasilitas kereta yang ditawarkan. Tiket perjalanan jarak dekat biasanya dibeli secara mandiri di mesin penjual otomatis (vending machine) atau jidohanbaiki (dalam Bahasa Jepang). Sementaratiket perjalanan jarak jauh dibeli di ticket counter.

Bagitraveleryang baru pertama kali liburan ke Jepang, sebaiknya mengenali jenis jenis tiket di transportasi umum Jepang, khususnya kereta. Mesin tiket di Jepang juga punya banyak tombol yang memang tidak mudah dipahami wisatawan asing. Tiket kereta reguler berlaku untuk semua jenis kereta reguler dari stasiun A ke stasiun B.

Harga tiket dihitung berdasarkan jarak antar stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan. Harga per kilometer sekitar 20 yen untuk kereta jarak dekat atau sekitar Rp 2.600 dengan kurs 1 yen = Rp 130. Sementara kereta jarak jauh harga per kilometernya sekitar 10 yen atau Rp 1.300 an.

Tiket kereta reguler bisa dibeli di loket atau mesin tiket yang tersedia di setiap stasiun. IC Card adalah kartu transportasi dengan sistem prabayar. Jadi, saldo kartu ini bisa diisi ulang dan bisa dipakai untuk membayar kereta atau bus.

Ada banyak jenis IC Card yang bisa kamu beli, tapi Pasmo dan Suica adalah kartu IC paling populer di Tokyo. Selain membayar ongkos transportasi umum, kartu ini juga bisa digunakan untuk berbelanja di minimarket atau restoran. IC card bisa kamu dapatkan di loket atau mesin tiket yang biasanya selalu ada di setiap stasiun kereta.

Biaya awal deposit kartu ini sekitar 500 yen atau sekitar Rp 60 ribu dan ditambah saldo awal sekitar 1500 yen atau Rp 195 ribu yang dibebankan ke kartu. Seishun 18 Kippu adalah tiket kereta api musiman untuk keliling Jepang selama lima hari tanpa batas dengan kereta lokar JR dan kereta cepat. Kamu bisa mendapatkan Seishun 18 Kippu hanya dengan membayar 11.850 yen atau 2.370 yen per hari yang artinya tak lebih dari Rp 350 ribu.

Tapi, Seishun 18 Kippu hanya dijual tiga kali dalam setahun selama musim liburan sekolah. Seishun 18 Kippu bisa dibeli di stasiun besar JR di seluruh Jepang. Japan Rail Pass adalah induk dari semua tiket kereta yang bisa digunakan untuk semua jenis kereta JR dari Kagoshima di selatan Jepang hingga ujung utara Hokkaido.

Tiket Japan Rail Pass bisa dipakai untuk semua jenis kereta, mulai dari Shinkansen (kereta cepat) hingga kereta komuter lokal, bus hingga feri yang tergabung dalam perusahaan Japan Rail. Japan Rail Pass hanya bisa digunakan turis asing yang berlibur ke Jepang. Japan Rail Pass bisa dibeli lewat internet atau agen perjalanan.

Sejak awal tahun 2017, Japan Rail Pass juga sudah dijual di bandara utama di Jepang, termasuk Bandara Narita, Bandara Haneda dan Bandara Kansai. JR Tokyo Wide Pass adalah tiket kereta api eksklusif bagi pemegang paspor non Jepang. JR Tokyo Wide Pass bisa digunakan tanpa batas untuk kereta JR (termasuk shinkansen dan limited express train) dan kereta non JR di wilayah Kanto selama tiga hari berturut turut.

JR Tokyo Wide Pass bisa dibeli di Bandara Narita, Bandara Haneda dan beberapa stasiun di antaranya stasiun Tokyo, Shinagawa, Shinjuku, Shibuya, Yokohama, Ueno, Mito dan Ikebukuro. Special Pass adalah tiket terusan bagi orang yang sering menggunakan jalur yang sama dan kereta yang sama. Jadi mereka tidak perlu berulang kali membeli tiket.

Kamu pasti tidak akan melihat antrean mengular di loket pembelian tiket di Jepang. Kereta bawah tanah Tokyo adalah sistem transit cepat yang terdiri dari Tokyo Metro dan Toei Subway. Meskipun stasiun kereta bawah tanah sebagian besar ada di pusat kota, tapi jalurnya terhubung dengan jalur kereta api di pinggiran kota.

Subway Pass hanya bisa dibeli di mesin penjual otomatis khusus untuk subay. Biasanya loket penjual Subyaw Pass bisa ditemui di gerbang masuk stasiun kereta bawah tanah di mana saja.

Berita Terkait

Itinerary Cappadocia Izmir Pamukkale 3 Hari 2 Malam, Cocok Untuk Solo Traveler

Nurofia Fauziah

25 Fakta Unik China, Negara yang Menjadikan Warna Putih untuk Tanda Berkabung

Nurofia Fauziah

Situ Janawi di Kabupaten Majalengka, Tawarkan Pesona ‘Telaga Suci’ nan Jernih

Nurofia Fauziah

Kejutan GrabFood dan Geprek Bensu Sambut Bulan Ramadan

Nurofia Fauziah

6 Tips Mengemudi yang Aman Saat Cuaca Buruk, Perhatikan Jarak Pengereman

Nurofia Fauziah

Info Lengkap Jakarta Fair 2019 Beserta Tiket Masuk, Jadwal Konser dan Rute Bus Transjakarta

Nurofia Fauziah

10 Destinasi di Indonesia Paling Dicari di Google 2019

Nurofia Fauziah

Hari Terakhir Promo TIX.ID Diskon 50 Persen Film Captain Marvel, Lihat Syaratnya

Nurofia Fauziah

9 Hotel Murah Sekitar Jalan Malioboro Yogyakarta dengan Tarif di Bawah Rp 150 Ribu

Nurofia Fauziah

Destinasi Instagramable di Magelang Spot Selfie Terbaik hingga Tips Berwisata di Mata Langit

Nurofia Fauziah

Ada Satu yang Terjadi di Indonesia 9 Fenomena Alam Paling Menakjubkan & Misterius di Bumi

Nurofia Fauziah

5 Fakta Nasi Kucing, Nasi Bungkus Porsi Kecil yang Ada di Jogja dan Solo

Nurofia Fauziah

Leave a Comment