Nasional

India Punya Kebijakan Beda dari Indonesia Soal Larangan Mudik

Pemerintah Indonesia resmi melarang warga mudik Lebaran 2020 dan berlaku mulai Jumat 24 April 2020. Pemerintah juga menyiapkan sanksi kepada warga yang melanggar kebijakan itu. Sanksi mulai berlaku efektif pada 7 Mei 2020. Pemerintah menerapkan kebijakan itu pada Jumat besok untuk mengantisipasi pertentangan di masyarakat. Larangan untuk tidak mudik diambil setelah melakukan pendekatan bersifat gradual atau bertahap. Kebijakan itu tidak dibuat secara dadakan. “Pelarangan mudik tidak ditempuh di awal, karena kebijakan drastis yang langsung keras di awal memiliki efek sosiologis berskala besar. Sulit diperbaiki jika terdapat kekurangsiapan penerapan,” kata Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Kastorius Sinaga, saat dihubungi, Kamis (23/4/2020).

Dia membandingkan kebijakan Indonesia dengan India. Dia mengungkapkan, India sejak bulan April menetapkan lock down secara tiba tiba yang langsung diikuti penegakan hukum. Akhirnya, kata dia, memicu kerusuhan dan kekacauan di masyarakat. “Kita tidak menghendaki demikian. Maka kita menempuh gaya kebijakan yang gradual namun berlanjut, dari bersifat persuasif ke arah yang semakin tegas,” ujarnya.

Dia menjelaskan kebijakan pelarangan mudik itu harus diperhitungkan dari berbagai aspek termasuk waktu yang tepat, kondisi sosiologis di masyarakat, dan kecukupan dan kelancaran distribusi logistik termasuk kebutuhan pangan. “Dengan cara gradual demikian seluruh elemen masyarakat akan memiliki kesempatan untuk beradaptasi terhadap kebijakan itu sehingga menghindari gejolak sosial akibat danpak kebijakan yang “grusa grusu”” tambahnya. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkanlarangankepada masyarakat untukmudikpada hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas antisipasimudik2020, Selasa, (21/4/2020).

"Pada hari ini saya ingin menyampaikan,mudiksemuanya akan kita larang," kata Presiden. Larangantersebut dilakukan karena masih tingginya angka masyarakat yangmudikdi tengah Pandemi Corona. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih ada 24 persen masyarakat yangmudik, meski sudah ada himbauan untuk tidak melakukannya.

Berita Terkait

KPK Periksa Direktur PT Indonesian Advisory Terkait Dugaan Korupsi di PT DI

Nurofia Fauziah

Guru Besar UI Bicara Soal Rangkap Jabatan Pejabat Pemerintah di BUMN

Nurofia Fauziah

Cerita Indonesia dari Pukul 10.03 WIB Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Sabtu 16 Mei 2020

Nurofia Fauziah

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 15 Desember 2019 Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Wilayah BMKG

Nurofia Fauziah

Optimis Tapi wajib Tetap Waspada 5 Persen Pertumbuhan Ekonomi 2021 Diproyeksi Mencapai 5 PAN

Nurofia Fauziah

Simak Jadwal Lengkap! 3532 Formasi Lulusan SMA Seleksi CPNS 2019 Kemenkumham

Nurofia Fauziah

PAN Akan Gabung Jokowi Amin, PKS Yakin Tetap Bersama Prabowo

Nurofia Fauziah

KPK Periksa Pemilik Bank Yudha Bakti terkait Kasus Nurhadi

Nurofia Fauziah

Jaksa Pinangki Tolak Diperiksa Bareskrim Polri

Nurofia Fauziah

Sikap PAN menuju Pemerintah Sebagai Mitra Kritis Silahturahmi Virtual dengan Pengurus Daerah Zulkifli

Nurofia Fauziah

Kepolisian Mengaku Belum Mendapat Surat Pemberitahuan PA 212 Akan Gelar Reuni Akbar 2 Desember 2019

Nurofia Fauziah

Leave a Comment