Metropolitan

Ide Beli Racun Sianida Datang dari Pasangan Selingkuh Percakapan Pembunuhan Suami Oleh Istri

Polisi merekonstruksi adegan perencanaan pembunuhan yang dilakukan Bayu Hiyas Sulistiawan (33) dan YL (40), terhadap suami YL yakni VT, Kamis (3/10/2019). Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Made Oka memerintahkan tersangka tersebut memeragakan ulang kejadian saat mereka merencakan pembunuhan VT menggunakan sianida. Selain gerakan, Oka juga memerintahkan Bayu dan YL untuk menyebutkan ulang apa yang mereka ucapkan kala itu.

Dalam adegan pertama, kedua tersangka itu memeragakan adegan ketika YL mencurahkan perasaannya saat suaminya itu berselingkuh dengan wanita lain. Percakapan itu dimulai dari pertanyaan Bayu. "Bagaimana hubungan kamu dengan suamimu?" tanya Bayu kepada YL. "Kelihatannya baik baik saja, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Di rumah juga sudah tidak harmonis lagi," jawab YL.

Percakapan itu berlangsung di depan sebuah televisi yang menyala. Saat itu muncul tayangan mengenai sebuah kasus pembunuhan. Dari sana lah muncul ide di pikiran Bayu untuk menghabisi nyawa VT. Cara pertama yang terpikirkan olehnya adalah menggunakan sianida. "Apa mau coba cari racun sianida?" ujar Bayu saat menyampaikan ide jahatnya tersebut.

"Dari mana? Emang gampang dapatnya sianida?," balas YL dengan nada datar. "Saya coba cari," tutur Bayu kemudian. "Nanti kalau ketahuan bagaimana?" ucap YL.

"Gampang, itu pikir belakangan," kata Bayu untuk meyakinkan YL. Setelah itu adegan beranjak ketika Bayi meminta uang 3.000 dollar Singapura kepada YL untuk membeli sianida tersebut. YL lantas mencuri kartu ATM suaminya dan menyerahkannya kepada Bayu berikut kata sandi.

Uang itu lalu dicairkan Bayu di Singapura. Namun ia baru membeli sianida saat dia pulang ke Tanah Air. Sianida itu dibeli Bayu secara online. Tapi sianida itu ternyata tak jadi mereka gunakan karena YL takut memberikan racun itu ke suaminya. Mereka kemudian merancang rencana baru dengan menyewa dua orang pembunuh bayaran.

Namun, adegan ini belum direkonstruksi karena dua pembunuh bayaran berinisial BK dan HER itu belum tertangkap. Terhadap kedua pelaku, polisi menyangkakan dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan hukuman maksimal kurungan seumur hidup. Baca berikutnya Penulis : Jimmy Ramadhan Azhari

Berita Terkait

Dakwah buat Milenial Dengan Live Streaming

Nurofia Fauziah

Polda Metro Jaya Periksa 15 Pejabat UNJ & 1 Pegawai Kemristekdikti Kasus Dugaan Suap THR

Nurofia Fauziah

Ketua KPPS di Cibungbulang Bogor Meninggal Kecelakaan Usai Rapat Pleno PPK

Nurofia Fauziah

Gue Cari Lu’ Pengemudi yang Cekik Polisi ‘Lu Viralin Kegarangannya Mendadak Luntur

Nurofia Fauziah

Tangis Sang Kekasih Tak Berhenti Meski Hujan Deras Anggota Brimob Tewas Tersambar Petir

Nurofia Fauziah

Viral! Video Detik-detik Polisi Dilempari Batu Saat Unjuk Rasa RUU HIP di DPR Kemarin

Nurofia Fauziah

Ini Kata Ustaz Yusuf Mansur Viral Pengantin Malu-malu Cium Tangan Suami Meski Sudah Sah

Nurofia Fauziah

Polisi Amankan Seorang Muncikari Praktik Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Jakut Terbongkar

Nurofia Fauziah

Pasar Minggu Akan Buka Kembali Malam Ini Sempat Ditutup

Nurofia Fauziah

Semprotkan Disinfeksi di 5 Wilayah Pemprov DKI Jakarta Gunakan Drone & Spray Darat

Nurofia Fauziah

Tukang Bakso Mengaku Ludahi Mangkuk Pelanggan Kepada Polisi

Nurofia Fauziah

Tersangka Kasus Penyiraman Cairan Kimia Racik Bahan di Samping Mapolsek Sambil Seruput Kopi

Nurofia Fauziah

Leave a Comment