Superskor

Hegemoni Bianconeri hingga Momentum Ronaldo Fakta Menarik Jelang Udinese vs Juventus Liga Italia

Berikut catatan dan fakta menarik jelang pertandingan Udinese menjamu Juventus di lanjutan Liga Italia. Pertandingan lanjutan Liga Italia antara Udinese vs Juventus akan berlangsung di Stadion Dacia Arena, Jumat (23/7/2020) pukul 00.30 WIB. Pertandingan dua tim yang memiliki jersey kebesaran garis hitam putih itu diprediksi akan berlangsung sengit.

Le Zebrette julukan Udinese tentu tak akan menyerahkan tiga poin secara mudah kepada Le Zebre julukan Juventus . Udinesetentu membutuhkan poin penuh untuk mengamankan posisinya dari jeratan zona degradasi. Saat ini tim yang berasal dari Udine itu menempati posisi ke 16 dnegan mengemas 36 poin dari 34 laga yang telah dilakoni.

Sedangkan Juventus sendiri membutuhkan poin penuh guna menggaransi gelar juara Liga Italia musim ini. Bermodalkan kemenangan yang nantinya dapat diraih oleh Juventus, tim yang berasal dari kota Turin itu memiliki peluang meneruskan tradisinya. Tradisi yang dimaksud ialah dominasi dan hegemoni Juventus di Liga Italia.

Tidak bisa dipungkiri kembali, bahwa Juventus saat 8ini dapat dikatakan sebagai tim paling sukses di Liga Italia. Selama delapan musim terakhir Serie A bergulir, klub yang juga berjuluk Bianconeri itu mampu merengkuh gelar Liga Italia alias Scudetto. Dengan kemenangan dini hari nanti, praktis Cristiano Ronaldo cs akan memperpanjang dominasinya menjadi sembilan musim beruntun.

Pertandingan kali ini bisa saja menjadi momentum bagi penyerang andalan Juventus Cristiano Ronaldo Pemain Timnas Portugal itu sama sama mengoleksi 30 gol bersama Ciro Immobile. Pemain yang terkenal dengan panggilan CR7 itu berpeluang untuk melampaui catatan sag kompetitor.

Selain itu, Ronaldo memiliki peluang juga untuk memecahkan rekor yang sebelumnya di pegang oleh Gonzalo Higuain. Pemain Timnas Argentina itu mampu mencetak sejarah menjadi satusatunya pemain yang mencetak 36 gol dalam satu musim. Tepatnya ia mampu menorehkan catatan tersebut kala bersama Napoli musim 2016/2017.

Sarri menjadi pelatih Juventus yang banyak mendapatkan kritikan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Penampilan inkonsisten Juventus disinyalir menjadi penyebab utama kritikan itu terus mengalir pada pelatih asal kota Naples itu. Selain hal tersebut, Sarri juga dikritik karena kegagalan membawa Juventus merengkuh dua trofi.

Yakni Trofi Supercoppa Italiana maupun Coppa Italia. Padahal Juventus telah mencapai partai puncak kala itu. Lebih lanjut, jika kemenangan berhasil diraih, maka Sarri secara tak langsung telah memberikan pembuktian bahwa dirinya mampu menghantarkan Bianconeri merengkuh trofi bergangsi, yakni Scudetto.

Berita Terkait

Jurgen Klopp Bully Trent Alexander-Arnold Liverpool Gelar Latihan Online

Nurofia Fauziah

Ketua Dewan Komite Perubahan Sepakbola Nasional bilang Wajar Jika Ada Konflik di PSSI

Nurofia Fauziah

Penyembuhan Cedera Berjalan Cepat Bagus Kahfi Bisa Ikut Piala Dunia U-20

Nurofia Fauziah

Saint-Etienne Berharap Kebaikan Arsenal Terkait William Saliba Demi Final Piala Perancis

Nurofia Fauziah

Castillejo Bawa Rossoneri Unggul 0-1 Tanpa Ibrahimovic Hasil Babak Pertama Lecce vs AC Milan

Nurofia Fauziah

Indra Sjafri Ucap Terima Kasih Ketua Umum PSSI Berikan Motivasi Timnas U-23 di SEA Games 2019

Nurofia Fauziah

Borussia Dortmund Segera Lego Jadon Sancho Manchester United Boncos Gegara Covid-19

Nurofia Fauziah

Sergio Ramos Sumbang Lima Gol dari Tujuh Laga Terakhir Real Madrid

Nurofia Fauziah

Inter Milan Unggul 2-0 di Babak Pertama Duet Lautaro & Lukaku Gacor Hasil Liga Italia

Nurofia Fauziah

Darah Saya Sudah Bergetar hendak Dukung Bhayangkara FC Rindu Kompetisi Suporter Fanatik

Nurofia Fauziah

Juventus Terus Berburu Pemain yang Bebas Transfer Termasuk Willian dari Chelsea

Nurofia Fauziah

Barcelona & Real Madri Bakal Rebutan Rekrut Fabian Ruiz dari Napoli

Nurofia Fauziah

Leave a Comment