Nasional

Harapan WP KPK Calon Kapolri Komjen Idham Prioritaskan Kasus Novel dalam 100 Hari Kerja

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kabareskrim Komjen Idham Azis untuk menjadi calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian yang dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Maju. Idham pun tengah menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III DPR pada Rabu (30/10/2019) ini. Jika lolos tes tersebut, Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) berharap Idham mau memprioritaskan kasus penyidik KPK, Novel Baswedan, dalam program 100 hari kerjanya.

Apalagi, kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo Harahap, Idham merupakan penanggung jawab tim teknis Polri. Sebuah tim yang dibentuk untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel. "Kami harapkan kasus pelaku pengungkapan Bang Novel baik itu pelaku langsung ataupun yang menyiram, dalang dalang itu segera diungkap dan jadi prioritas dalam misalnya 100 hari kepemimpinannya beliau," kata Yudi kepada wartawan, Rabu (30/10/2019). WP KPK juga mengingatkan soal masa kerja tim teknis yang habis Kamis, 31 Oktober 2019 besok. Padahal, kata Yudi, perintah Presiden Jokowi untuk tim teknis mengusut kasus Novel hanya sampai 18 Oktober.

WP KPK pun berpikir positif. Mungkin saja, menurut Yudi, pasca 18 Oktober terdapat peristiwa peristiwa besar macam pelantikan presiden, penyusunan kabinet, pembentukan alat kelengkapan dewan DPR, termasuk pemilihan Kapolri baru. "19 Oktober sudah lewat, tentu saja pengungkapan kasus penyiraman air keras agak tertunda. Padahal kasus Bang Novel mendapat sorotan publik, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia internasional," kata dia. Sebagai informasi, pada 18 Juli 2019, Presiden Jokowi menginstruksikan Polri untuk bisa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Jokowi memberi waktu selama tiga bulan untuk mengungkap kasus itu, setelah Satgas Novel bentukan Kapolri tak membuahkan hasil. Polri kemudian membentuk tim teknis yang berjumlah 120 orang, diketuai oleh Brigjen Pol Nico Afinta, yang saat ini menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri. Kabareskrim Komjen Pol Idham Aziz menjadi penanggung jawab tim ini. Tepat jatuh tempo tiga bulan sejak dimulai tanggal keluarnya instruksi Jokowi, yakni Jumat 18 Oktober 2019. Artinya, sudah tiga bulan berlalu bagi tim teknis kasus novel bekerja dan seharusnya polisi bisa mengungkap pelaku penyiraman.

Namun demikian, hingga saat ini, pihak kepolisian belum juga membeberkan hasil investigasinya. Apalagi, mengungkap dalang pelaku penyiraman tersebut.

Berita Terkait

Lengkap dengan Keutamaannya Bacaan Niat Puasa Tarwiyah & Arafah

Nurofia Fauziah

Gubernur Sumbar Sambut Cukup Meriah Kedatangan Ratusan Turis China Di Tengah Heboh Virus Corona

Nurofia Fauziah

Jokowi Mengaku 4,5 Tahun Dituduh PKI Tapi Diam Saja Karena Tak Mau Ikut Ikutan Menghujat

Nurofia Fauziah

Jawaban SMA TVRI Rabu 10 Juni Bagaimana Tanggapanmu tentang Cara Menghafal dengan Teknik Menyanyi

Nurofia Fauziah

Jangan Gigit Orang yang betul Kalau Salah Silahkan Gigit Pesan Jokowi di Rakornas Indonesia Maju

Nurofia Fauziah

Komnas Perempuan Sebut Selama 9 Tahun Ada 46 Ribu Lebih Kasus Kekerasan Seksual

Nurofia Fauziah

Penyebar Hoaks Wapres Ma’ruf Amin Terinfeksi Virus Corona Ditangkap Polisi di Bali

Nurofia Fauziah

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka TPPO 14 ABK Kapal Long Xing 629 Dalam Sepekan

Nurofia Fauziah

Vox Point Indonesia Soroti Data Penerima Bansos Diskusi Virtual

Nurofia Fauziah

Kronologis Bebasnya Buni Yani dari Lapas Gunung Sindur

Nurofia Fauziah

Anak Buah John Kei Positif Narkoba Nus Kei Sempat Beri Pesan Update Kasus Penyerangan di Tangerang

Nurofia Fauziah

Ini Solusi Bawaslu Anggaran APD Bagi Penyelenggara di Pilkada Belum Cair

Nurofia Fauziah

Leave a Comment