Sport

Ganda Campuran Indonesia Fokus Persiapan Lolos menuju Olimpiade Gagal capai Gelar di Kandang

Kepala pelatih ganda campuran Indoneisa, Richard Mainaky, persiapkan para atlit binaannya ke Olimpiade 2020 setelah gagal sabet gelar di Indonesia Masters 2020, Senin (20/1/2020). Gelaran Indonesia Masters 2020 sudah selesai pada Minggu (19/1/2020) kemarin dan sebagai tuan rumah, Indonesia berhasil menyabet tiga juara dari lima yang dipertandingkan. Sayangnya, nomor ganda campuran gagal mempersembahkan gelar, bahkan gagal masuk ke babak final.

Dua pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal setelah dikalahkan lawan mereka. Pasangan Hafiz/Gloria dikalahkan sang juara, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong asal China di babak pertama dengan skor telak, 14 21, 13 21. Sementara Praveen/Melati secara mengejutkan ditekuk non unggulan asal Perancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, setelah bertanding tiga set, 19 21, 21 14 dan 18 21.

Mengenai gagalnya para pasangan ganda campuran Indonesia Richard menyoriti masalah non teknis yang dialami anak anak didiknya tersebut. “Sementara evaluasi lebih pada masalah non teknis. Mereka belum punya percaya diri yang lebih jadi kadang main ada rasa terbebani,” ungkap Richard dilansir laman Sedangkan untuk target selanjutnya adalah memfokuskan para pemain untuk lolos ke Olimpiade 2020 yang akan dihelat di Tokyo, Jepang, Juli Agustus mendatang.

Selain itu dirinya juga mengatakan fokus ke All England dan turnamen di Jerman. “Saat ini saya lebih fokus untuk mereka lolos ke olimpiade, apapun hasil mereka, saya akan terus evaluasi untuk lebih baik hasilnya ke depan." "Fokus setelah ini ada di turnamen Jerman dan All England,” terangnya.

Lalu, pasangan Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu yang memulai debutnya di Indonesia Masters 2020, dikatakan bermain cukup bagus mengingat pasangan ini tampil tanpa persiapan. Memulai turnamen dari babak kualifikasi, Tontowi/Apriyani berhasil melaju hingga babak kedua sebelum dikalahkan pasangan Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan dua set langsung, 9 21, 12 21. “Untuk Owi/Apri belum bisa dievaluasi, latihan bareng pun belum pernah. Khusus Apri, saya lihat masih asing main pola ganda campuran."

"Apalagi waktu lawan pasangan Inggris (Chris Adcock/Gabrielle Adcock), kelihatan Apri masih dalam posisi adaptasi,” ujar Richard. Namun dirinya tetap memberi apresiasi kepada Apriyani karena bisa mengambil pengalaman yang dia dapatkan setelah sebelumnya lebih sering bermain di ganda putri. “Tapi yang jelas ini sangat positif buat Apri, jadi tambah pede main di ganda putri karena biasa dapat tekanan dari pemain putra, jadi akan lebih kuat kalau dapat tekanan di ganda putri,” imbuh Richard.

Apriyani sendiri berhasil menjadi juara di nomor ganda putri bersama Greysia Polii setelah mengalahkan wakil Denmark,Maiken Fruergaard/Sara Thygesen. Pasangan Greysia/Apriyani harus bersusah payah mengalahkan Maiken/Sara lewat permainan rubber game dengan skor 18 21, 21 11, dan 23 21. Selain ganda putri, Indonesia mampu menyabet gelar di nomor ganda putra dan tunggal putra.

Di sektor ganda putra, laga final mempertemukan dua pasangan terbaik Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang merupakan unggulan pertama melawan unggulan dua, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Dalam laga ini, Marcus/Kevin mampu mengalahkan Ahsan/Hendra sekaligus mempertahankan gelar juara Indonesia Mastersnya untuk yang ketiga kalinya setelah meraih pada 108 dan 2019 lalu. Laga duel saudara antara unggulan satu dan dua ini berlangsung dalam tempo yang cukup cepat.

Game pertama yang berjalan hanya 14 menit dimenangkan Marcus/Kevin dengan 21 15. Di game pertama ini, pasangan Ahsan/Hendra terlihat banyak melakukan kesalahan sehingga kalah cepat. Di set kedua, performa Marcus/Kevin masih terlalu tinggi daripada Ahsan/Hendra.

Terlihat ketika pasangan yang dijuluki Minions ini sempat unggul 12 3. Sempat mengejar hingga 9 12 Ahsan/Hendra harus mengakui kemenangan rekan sengaranya itu dengan skor akhir 21 15, 21 16. Dandi sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting berhasil melengkapi gelar ketiga tuan rumah di Indonesia Masters 2020 setelah mengalahkan wakli Denmark, Anders Antonsen melalui pertarungan sengit di rubber game, 17 21, 21 15, 21 9.

XD: vs Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (2/China) 21 9 dan 21 9 WS: Carolina Marin (Spanyol) vs 19 21, 21 11, 18 21 MD: vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2/Indonesia) 21 15, 21 16

WD: vs Maiken Fruergarrd/Sara Thygesen (Denmark) 18 21. 21 11, dan 23 21 MS: vs Anders Antonsen (4/Denmark) 17 21, 21 15, dan 21 9

Berita Terkait

Eni Nuraini Ungkap Sosok Atlet yang Paling Bandel Hingga Paling Penurut

Nurofia Fauziah

Raja Sapta Ervian Harapkan Timnas Karate Indonesia capai Lima Emas

Nurofia Fauziah

Pelatih Conor McGregor Menyesal Anak Didiknya Gagal Bertarung Lawan Justin Gaethje

Nurofia Fauziah

Menpora Bicara Soal Atlet yang Tak Mampu Bertahan Hidup di Akhir Karier

Nurofia Fauziah

Atlet Pelatnas Angkat Besi Bakal Turun di Pra PON 2019

Nurofia Fauziah

Valentino Rossi Selalu Jaga Fisiknya Tetap Bugar Makanya Tetap Kompetitif kata Wayne Rainey

Nurofia Fauziah

ASEAN Schools Games 2019: Pelatnas Singkat, Tim Voli Putri Tetap Optimistis Raih Medali Emas

Nurofia Fauziah

Rossi Khawatir Jumlah Gelarnya Disamai Marquez Sabet Gelar Kedelapan Juara Dunia MotoGP

Nurofia Fauziah

Adik Tirinya Malah Menggila di Moto2 Valentino Rossi Belum Unjuk Taring

Nurofia Fauziah

Link Live Streaming MotoGP San Marino 2019 Minggu 15 September 2019 Pukul 17.00 WIB

Nurofia Fauziah

Reaksi Manajer Khabib Nurmagomedov soal Terancam Batalnya Pertarungan Lawan Tony Ferguson

Nurofia Fauziah

Setelah Pensiun Jorge Lorenzo Berlibur di Bali hingga Nikita Mirzani Bagikan Foto Bareng X Fuera

Nurofia Fauziah

Leave a Comment