Internasional

Eropa dan Afrika Dukung MPR RI Bentuk Forum Majelis Syuro Sedunia Parlemen Maroko Ajak Negara Arab

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan perlu dibentuk Forum Majelis Syuro (MPR) Sedunia. Pembentukan forum ini diperlukan guna peningkatan hubungan antar negara berpenduduk muslim di dunia dalam memerangi radikalisme dan ekstrimisme serta menjaga perdamaian dunia. "Pimpinan MPR RI menginisiasi pembentukan Forum Majelis Syuro Sedunia bagi negara negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI)," ujar Bamsoet didampingi Duta Besar Indonesia Hasrul Azhwar saat bertemu Ketua Majelis Syuro(MPR) Maroko, Hakim Benchamach, di Gedung Parlemen Maroko di Rabat, Maroko, Selasa (24/12/19) waktu setempat.

"Alhamdulillah pimpinan Majelis Syuro (MPR) Maroko mendukung penuh gagasan dari MPR RI membentuk Forum Majelis Syuro Sedunia tersebut," lanjutnya. Mantan Ketua DPR RI ini menuturkan, dukungan dari Majelis Syuro Maroko semakin memperkuat pembentukanForum Majelis Syuro Sedunia. Sebelumnya, Majelis Syuro Arab Saudi dan Raja Salman juga telah memberikan dukungan serupa. "Tak hanya sekedar mendukung, Majelis Syuro Maroko berjanji akan terlibat aktif mewujudkan gagasan tersebut.Ketua Majelis Syuro Maroko akan mengajak negara negara Arab, Eropa dan negara lainnya di Afrika untuk bergabung," tutur Bamsoet.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua MPR RI ainimengungkapkan keprihatinannya terkait banyaknya generasi muda yang terjeratdan menjadi korban ideologi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme. Regionalisasi terorisme saat ini banyak melibatkan generasi muda, termasuk perempuan dan anak anak yang terlibat menjadi teroris dan Foreign Terorist Fighters (FTF). "Diperlukan upaya bersama seluruh negara, terutama yang tergabung dalam OKI, untukmeningkatkan upaya kolektif dalam penanggulangan terorisme. Khususnya, dengan mengatasi akar masalah dan melakukan kontranarasi terhadap ideologi radikal," kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, masih banyak negara negara di dunia yang mengkaitkan terorisme dengan agama Islam, sehingga muncul Islamophobia. Padahal, agama Islam sama sekali tidak mengajarkan serta membenarkan aksi radikalisme dan terorisme. "Tidak bisa dipungkiri masih ada ketakutan sejumlah negara di dunia terhadap masalah radikalisme dan terorisme yang diidentikan dengan agama Islam. Pandangan seperti ini harus kita luruskan bersama," kata dia. "Kita semua sepakat antara agama dan terorisme sama sekali tidak berhubungan dan bertolak belakang. Tidak ada satupun agama di dunia yang mengajarkan tentang terorisme," pungkas Bamsoet.

Berita Terkait

Super Junior Dandan Apa Adanya Tanpa Makeup di MV Somebody New

Nurofia Fauziah

Wanita Ini Malah Dapat Hasil yang Parah Sudah ludes Rp 25 Juta buat Operasi Kelopak Mata

Nurofia Fauziah

BTS Kenakan Outfit Super Mahal dan Jas Seharga Rp 68 Juta dalam Teaser Boy With Luv

Nurofia Fauziah

Para Miliarder Dunia Untung 283 Miliar Dolar AS Selama Pandemi Corona

Nurofia Fauziah

Jam Malam dari Pukul 15.00 Hingga 06.00 Keesokan Harinya Jeddah Lockdown Lagi 15 Hari

Nurofia Fauziah

Italia akan Izinkan Perjalanan Lintas Negara & Regional dari 3 Juni

Nurofia Fauziah

Tuntut Perusahaan Aplikasi Pasangan Suami Istri di India Cekcok Gara-gara Google Maps

Nurofia Fauziah

Lanjutan Sidang Kasus Novy Chardon, Wanita Asal Surabaya yang Dibunuh Suaminya di Australia

Nurofia Fauziah

Nikmat Rasanya Tapi Tidak Mahal Pasar Makanan Tradisional Jepang di Kitakyushu

Nurofia Fauziah

Kini Idap Kanker Perut Wanita Ini Makan Makanan Tak Sehat Demi Beli Produk Make Up

Nurofia Fauziah

Evo Morales Mencari Suaka & Ditawari Jadi Presenter TV Mundur sebagai Presiden Bolivia

Nurofia Fauziah

Akhirnya Dipecat! PNS Bernama Anna Anufrieva yang Nekat Berpose Terlalu Syur di Majalah Playboy

Nurofia Fauziah

Leave a Comment