Regional

Dua Tersangka Bunuh Chanda karena Butuh Uang Rp 500 Ribu buat Menebus Motor yang Telah Digadaikan

Unit Inafis Polres Simalungun menggelar reka adegan pembunuhan korban Chanda Prayuga di depan ruang Satreskrim, Rabu (15/4/2020). Para pelaku yang telah digunduli ini total memperagakan 22 adegan menghabisi nyawa korban. Adegan pembunuhan dimulai saat tersangka MA curhat kepada tersangka RBP pada Sabtu (4/4/2020) mengenai masalahnya.

Dia mengatakan butuh uang sebanyak Rp 500 ribu untuk menebus sepeda motornya yang telah tergadai. Di rumah tersangka MA, tersangka RBP kemudian menawarkan solusi untuk mengambil sepeda motor dan handphone milik Chanda Prayuga. Keduanya kemudian bersepakat melakukannya dengan mengajak korban minum bersama.

Dengan modus menemui teman perempuan, kedua tersangka kemudian mengajak korban ke luar rumah. Singkatnya, para tersangka kemudian membunuh Chanda Prayuga di areal PTPN III Kebun Bangun, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun di malam yang sama, dengan mencekik dan menginjak dadanya sebelum memastikan korban meninggal dunia. Kasat Reskrim AKP Agustiawan sebelumnya mengatakan para tersangka diduga melanggar tindak pidana pembunuhan berencana sesuai dalam Pasal 338 Subsider 340 KUHPidana.

"Terhadap kedua pelaku, penyidik menyematkan Pasal 338 dan Subsidair 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman serendah rendahnya 15 tahun atau setinggi tingginya hukuman mati," katanya. Usai membunuh Chanda Prayuga, kedua pelaku bersepakat menjual sepeda motor jenis matic bermerek Yamaha Soul GT ke salah seorang penadah di Kota Tebingtinggi dengan harga Rp 1.750.000. Penadah ini juga telah berhasil diamankan.

Agustiawan menyampaikan, pengembangan dilakukan di mana penadah berinisial K berhasil diamankan pada Kamis (9/10/2020) lalu. "Penadah telah kita amankan. Adapun insialnya K. Sepeda motor itu dijual ke dia dan barang bukti beserta K juga telah diamankan dan masih dilakukan pemeriksaan," terangnya. Diketahui sebelumnya, Chanda Prayuga keluar bersama pelaku pada Sabtu (4/4/2020) malam, setelah nongkrong, minum dan jalan jalan bersama.

Dua hari berselang keluarga melaporkan Chanda Prayoga hilang hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di areal perkebunan pada Rabu (8/4/2020) sore. Motif pembunuhan terhadap Chanda Prayoga (13), siswa kelas 2 SMP Taman Siswa Bahjambi yang ditemukan terkubur separuh badan di areal PTPN III Kebun Bangun, Jalan Asahan Km 16 17 Kabupaten Simalungun akhirnya terungkap. Menurut Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Agustiawan, dua pelaku menghabisi Chanda karena ingin menguasai sepeda motor Yamaha Soul GT milik korban.

Adapun kedua pelaku itu yakni RBP (17) warga Marihat Bayu, Kecamatan Tanah Jawa dan MA (19) warga Jalan Asahan Km 17, Gang Melur, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. "Berdasarkan pengakuan tersangka RBP, dia selama ini punya utang. Jadi, ketika utang itu sudah jatuh tempo, tersangka kebingungan untuk melunasinya," kata Agustiawan, Jumat (10/4/2020). Karena tidak punya uang, RBP kemudian berencana merampok Chanda.

Pada Sabtu (4/4/2020) lalu, RBP mengajak MA untuk menemui Chanda. Selanjutnya, kedua pelaku ini mengajak korban dengan dalih jalan jalan. Sesampainya di areal PTPN III Kebun Bangun, RBP langsung melancarkan aksinya.

"Usai membunuh Chanda, tersangka RBP dan MA menjual motor korban kepada seorang penadah dengan harga Rp 1.750.000. Adapun penadah tersebut tinggal di Kota Tebingtinggi," kata Agustiawan. Mendapat informasi adanya seorang penadah dalam kasus ini, polisi kemudian melakukan pengembangan ke Kota Tebingtinggi. Pada Kamis (9/4/2020) malam, petugas akhirnya berhasil mengamankan seorang pria bernama K.

Dia adalah penadah motor curian milik korban. "Saat ini penadah berinisial K dan barang bukti motor milik korban sudah kami amankan. Untuk kedua tersangka juga masih dalam pemeriksaan penyidik," kata Agustiawan. Dalam kasus ini, dua tersangka terancam Pasal 338 subsidair Pasal 340.

Adapun ancaman hukumannya, minimal 15 tahun dan maksimal hukuman mati. Sebelumnya, pada Rabu (8/4/2020) lalu, jasad Chanda Prayoga ditemukan terkubur setengah badan di areal PTPN III Kebun Bangun. Jasadnya sudah mulai membusuk. Setelah ditemukan dua pengangon sapi, polisi pun bergerak cepat mengamankan dua pelakunya.

Mereka adalah RBP dan MA, rekan korban.

Berita Terkait

Tulang Kepalanya Retak Akibat Dikeroyok Remaja Pembobol Situs NASA Kini Dirawat di RS Pusat Otak

Nurofia Fauziah

Pasien Positif 437 Orang per 22 Juni 2020 10 meninggal 120 Sembuh UPDATE Covid-19 Ambon

Nurofia Fauziah

Tabrak Warung & Tiang Listrik Mobil Patwal Polres HSU Kalsel Kecelakaan

Nurofia Fauziah

Pelaku Ancam Korban yang Sempat Menolak Gadis Diperkosa Pacarnya Sendiri di Kebun Singkong

Nurofia Fauziah

Kota Mataram Cerah Berawan BMKG Prakiraan Cuaca Wilayah Lombok & Sekitarnya Sabtu 2 Mei 2020

Nurofia Fauziah

Berawal dari Makan Berkat Nenek di Madura Lakukan Sumpah Pocong Gara-gara Dituduh Punya Ilmu Santet

Nurofia Fauziah

Cara Istri & Anak Nus Kei Selamatkan Diri saat Rumah di Green Lake City Diserang Kelompok John Kei

Nurofia Fauziah

Anggota Polisi yang Marah Karena Ditegur Tidak Pakai Masker Dimutasi Bakal Diperiksa Propam

Nurofia Fauziah

Tinggalkan Surat buat Keluarga yang Tak Beri Restu Sepasang Kekasih Bunuh Diri Diduga Minum Racun

Nurofia Fauziah

Kapolda Sumut Perintahkan Kapolres Pelabuhan Belawan Segera Tangkap Pelaku Pembacokan Aipda Daely

Nurofia Fauziah

Sempat Keluhkan Ini menuju Tetangga Epin Ternyata Meninggal Tubuhnya Ambruk saat Sembelih Hewan Kurban

Nurofia Fauziah

Lurah Benda Baru Ditetapkan Jadi Tersangka Mengamuk di SMAN 3 Tangsel

Nurofia Fauziah

Leave a Comment