Corona

Cerita Dokter Cecillia Young di Garis Depan Perangi Covid-19

Dr. Cecillia Young, seorang dokter di RSUD Balaraja, Provinsi Banten, membagikan pengalamannya dalam menangani pasien yang terkait dengan virus corona atau Covid 19. Ia mengaku miris melihat banyak rekan sejawat atau tenaga medis berguguran ketika berada di garda terdepan berhadapan dengan Covid 19. Angka kematian tenaga medis pun terbilang banyak.

Melihat angka kematian tersebut, Cecilliamengatakan dirinya sampai merasa seperti sedang terjadi 'pembunuhan massal' "Dukanya mungkin ketika melihat sejawat kami banyak yang gugur padahal mereka juga pahlawan. Sedih sekali melihatnya, kok seperti ini?" ucap Cecillia. "Tapi kembali lagi, kita bukan Tuhan yang menentukan hidup matinya seseorang. Kita tidak bisa menyalahkan Covid 19 ini untuk kematian sejawat sejawat kami," kata dokter yang juga seorang Violist itu.

Kalau di RSUD Balaraja pasien positif hasil Rapid Test ada sekitar tujuh orang. Tapi pasien itu harus dilakukan pemeriksaan lanjutan, seperti swab tenggorokan. Jadi beberapa itu kemarin juga negatif sih hasil swab tenggorokan itu. Sejauh ini pasien akan dikeluarkan kalau swab nya negatif. Yang dilakukan Rapid Test itu hanya pasien dengan gejala. Kalau setelah tes positif, belum tentu itu positif. Karena Rapid Test itu hanya pada antibodi. Kalau antibodi itu muncul hasilnya 7 14 hari.

Menjadi tenaga medis adalah membantu orang lain ada covid 19 ataupun tidak ada covid 19. Memang banyak masyarapakat yang menganggap Covid 19 ini sangat negatif. Saya sebenarnya bingung kenapa. Mungkin penyebabnya kasus yang terus meningkat di seluruh dunia, jadi masyarakat pada takut.

Panic attack . Kami tenaga medis lebih tahu untuk pencegahan Covid 19. Kalau misal dekontaminasi bukan berarti kita disemprot semprot disinfektan seperti itu. Cuma kan kita pakai hazmat, baik di tempat covid maupun tidak kami disarankan pakai APD level dua. Karena di Jabodetabek zona merah.

Jadi hazmat kami pasti kita letakkan di rumah sakit untuk dilakukan pembersihan, minimal banget menggunakan UV. Karena beberapa hazmat ini bisa reuse, jadi bisa dilakukan pembersihan. Jelas dong steril. Karena kalau kita tidak seperti itu, ya gawat dong. Kami kan mengerti kalau misalnya penularan Covid 19 ini melalui droplet yang bisa menempel di benda atau di udara.

Biasanya sebelum pulang ke rumah harus mandi dulu kalau di rumah sakit. Jadi sebelum pulang dari rumah sakit kita harus memastikan kalau kita sudah bersih. Dukanya, miris melihat kondisi yang seperti ini, kasus terus bertambah. Mendengar sejawat kami banyak yang meninggal, sedih banget. Rasanya, seperti istilahnya pembunuhan massal. Istilahnya kok sejawat kami pun banyak yang berguguran.

Tuhan yang menentukan hidup matinya seseorang. Kita tidak bisa menyalahkan Covid 19 ini untuk kematian sejawat sejawat kami. Kalau sukanya, senang makin banyak angka pasien yang sembuh. Itu kelegaan tersendiri. Dan kita juga semua tenaga medis berjuang benar benar maksimal. Overtime lah istilahnya untuk penanganan kasus Covid 19 ini.

Mencegah penularan, edukasi pasien. Terutama di edukasi soal Covid 19 ini sekarang. Tetap menjaga diri. Banyak mengkonsumsi vitamin, terus juga tidak boleh merasa rentan karena pernah terinfeksi virus Covid 19 ini. Jaga kondisi psikologis, dan tetap lakukan social distancing . Menurut kajian ilmiahnya bisa terkena lagi. Cuma namanya imunitas itu, antibodi, ini virus pastinya sudah ada beberapa strain yang sudah bergabung ketika mereka terinfeksi. Jadi masih rentan untuk tertular lagi.

Jadi harus imunitas tubuh mereka yang sudah sembuh dari Covid 19 itu dijaga lagi. Konsumsi vitamin C, secara wajar. Jangan konsumsi asal asalan juga. Mereka lebih percaya kepada saya karena saya sudah menempuh pendidikan cukup lama, baik teori maupun praktik. Mereka percaya.

Khawatir itu boleh saja, asal tidak berlebihan. Khawatir berlebihan bikin kita jadi rendah diri, jadi takut. Taati peraturan pemerintah, social distancing dan lainnya. Jangan bandel, kalau bisa di rumah saja, ya di rumah saja. Kelihatannya orang orang banyak yang bosan di rumah saja, tapi kasus ini meningkat terus lho.

Jadi harus mengikuti peraturan, jangan bebal. Tidak usah khawatir berlebihan juga.

Berita Terkait

Berikut 60 Mal di Jakarta yang Berencana Buka Lagi 5 Juni Nanti & Ancaman Anies Baswedan

Nurofia Fauziah

5 Miliar buat Hadapi COVID-19 Tempo Scan Tuntaskan 100% Bantuan Rp 17

Nurofia Fauziah

Sudah 209 Negara Terjangkiti Kasus Baru AS Terus Meningkat UPDATE Corona Dunia 7 April 2020

Nurofia Fauziah

Mensos Ajak RT & RW Bantu Proses Penyerahan Bansos kepada Warga Terdampak yang Belum Terima

Nurofia Fauziah

Demi Sensitivitas Pejabat Alasan Ganjar Usul Gaji ASN Golongan III menuju Atas Dipotong 50 Persen

Nurofia Fauziah

Tambah 1.241 Kasus 12.129 Sembuh Total 34.316 Pasien Positif BREAKING NEWS Update Corona 10 Juni

Nurofia Fauziah

Doni Monardo Persilakan KPK Sadap Teleponnya 

Nurofia Fauziah

106 Anggota DPRD DKI Tak Punya Kegiatan Rapat Kerja Apapun Selama 12 Hari Kantor Ditutup

Nurofia Fauziah

Kurangnya Persiapan Dinilai sebagai Penyebab 3.300 Petugas Medis di Italia Tertular Virus Corona

Nurofia Fauziah

Menkop Akui Akses Pembiayaan KUR Tidak Mudah

Nurofia Fauziah

Ini Kata Menkeu Nasib THR & Gaji ke-13 PNS Belum Jelas Wabah Corona Dipangkas atau Ditunda

Nurofia Fauziah

Bappenas Buat Dashboard buat Analisis Penyebaran Virus Corona di Indonesia

Nurofia Fauziah

Leave a Comment