Nasional

Bodoh Jika Kita Tinggalkan Jokowi Diisukan Jadi Oposisi Nasdem

Baru baru ini Partai Nasdem diisukan menjalankan politik dua kaki atau ada kemungkinan berpaling dari pemerintah alias menjadi oposisi. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Nasdem Irma Suryani Chaniago menegaskan bahwa partainya tetap mendukung pemerintahan Presiden dan Wapres Joko Widodo (Jokowi) Ma'ruf Amin. Irma menyebut tindakan meninggalkan Jokowi adalah hal bodoh yang tak mungkin dilakukan Nasdem.

Dukungan Nasdem terhadap pemerintah juga akan ditegaskan kembali dalam Kongres II Partai Nasdem yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 8 11 November 2019. "Ini pilpres saja baru selesai kan enggak mungkin namanya Nasdem itu yang mendukung Presiden tanpa syarat dan mahar dari 2014 mau meninggalkan yang sudah kita menangkan begitu saja," kata Irma di arena Kongres, Sabtu (9/11/2019). "Itu (meninggalkan Jokowi) pekerjaan bodoh, pekerjaan sia sia dan bodoh. Enggak mungkin itu kita lakukan," sambungnya.

Oleh karena itu, Irma heran kini banyak yang menuding Nasdem akan keluar dari koalisi Jokowi Ma'ruf dan menjadi partai oposisi. Apalagi, tudingan itu hanya didasari pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman. "Sebenarnya itu kenapa harus curiga? Kenapa harus di framing bahwa seolah olah kami ingin berada di luar, seolah olah kami membangun poros baru," kata Irma.

Irma menegaskan komunikasi politik yang dibangun Nasdem dan PKS justru untuk membantu Presiden Jokowi mengkonsolidasi kekuatan yang ada di luar pemerintah. Setelah PKS, Surya Paloh juga berencana bertemu dengan PAN dan Demokrat. "Tapi kan banyak yang nyiyir, banyak yang mencurigai. Kalau kita hidup selalu dengan kecurigaan, kapan kita bisa bangun indonesia ini ke depan menjadi lebih baik," kata dia.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebelumnya menilai ada partai yang mencurigai langkah Nasdem yang membuka ruang komunikasi dengan beberapa di luar koalisi pemerintah. Namun saat ditanya partai mana yang mencurigai Nasdem, Surya enggan menjawab. Ia hanya meyakini ada partai yang mencurigai Nasdem. "Yang mencurigai Nasdem ya kita enggak tahu. Tapi pasti ada bagaikan angin yang terasa di tangan saya tapi saya enggak bisa tangkap dia. Enggak terlihat tapi ada perasaan saja," kata Surya di sela Kongres kedua Nasdem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Namun, Surya tak mempermasalahkan hal tersebut. Ia mengatakan Nasdem tetap membuka ruang komunikasi dengan partai di luar koalisi pemerintahan. "Kami bangga berada di Nasdem. Kami bangga memiliki Nasdem. Tapi kita harus lebih berbangga lagi menjadi rakyat dan warga negara Indonesia. Itu lah manifesto kita. Jadi bukan dasar Nasdem partai pengusung pemerintah kemudian hanya memikirkan kepentingan koalisi," lanjut dia.

Berita Terkait

Jawaban Soal Tuliskan Watak Setiap Tokoh ada Drama Kisah Pemulung & Penjual Bakso!

Nurofia Fauziah

Jokowi Beserta Keluarga Umrah, Kuota Tambahan 10 Ribu Jamaah Haji hingga Kesempatan Masuk Kakbah

Nurofia Fauziah

Berikut Ketentuan Pelaksanaan SKB BKN Siapkan 20 Lokasi Tes SKB CPNS 2019 di Luar Negeri

Nurofia Fauziah

Golkar Akui Bupati Tetty Paruntu Batal Ditemui Jokowi saat Disinggung Kasus Bowo

Nurofia Fauziah

Gangguan Bank Mandiri Hari Ini, Nasabah Keluhkan Saldo Hilang hingga Tersisa 0 Rupiah

Nurofia Fauziah

Gedung Kemenkumham Ditutup Sementara Sejumlah ASN Terinfeksi Covid-19

Nurofia Fauziah

Wapres Ma’ruf Amin Dukung Pembentukan FKUB Tingkat Nasional

Nurofia Fauziah

Jaksa Pinangki Tolak Diperiksa Bareskrim Polri

Nurofia Fauziah

Puan Maharani Beberkan Fakta Sebenarnya Megawati Dituduh Kesumat pada SBY lalu Berimbas menuju AHY

Nurofia Fauziah

Tokoh-tokoh Indonesia SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah buat SMP

Nurofia Fauziah

Film Proses & Ra Ji Ra Beh Live Streaming Belajar dari Rumah TVRI SMP Kamis 21 Mei 2020

Nurofia Fauziah

Kabupaten Nagekeo Polisi Bekuk Terduga Pelaku Pemerkosaan Seorang Gadis di Mbay

Nurofia Fauziah

Leave a Comment