Nasional

Berawal dari Wali Murid Tak Miliki Smartphone Kisah Guru SD di Sragen Ngajar Siswa Door to Door

Dunia pendidikan merupakan sektor yang sangat terdampak dalam situasi pandemi virus corona covid 19 di Indonesia. Sekolah diliburkan dankegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Sejumlah sekolah pun melakukan pembelajaran daring (online) menggunakan ponsel pintar atau smartphone .

Kebijakan lain, pemerintah menyediakan sarana belajar melalui media TVRI. Namun, kebijakan tersebut nyatanya belum dapat diakses merata di masyarakat dengan berbagai faktor. Lulu Kartika (26), seorang guru SD di Kabupaten Sragen Jawa Tengah terpaksa mendatangi satu per satu rumah seluruh muridnya untuk memberikan penjelasan materi pelajaran.

Pasalnya, tidak semua wali murid di kelasnya memiliki smartphone . Lulu merupakan guru kelas IV di SDN Sigit 3 Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen. Sebenarnya, Lulu telah membuat grup WhatsApp (WA) yang berisikan wali murid.

Tujuannya, untuk membagikan materi pelajaran dan penugasan. Namun, tiga dari sebelas wali murid tidak memiliki smartphone yang bisa untuk bergabung ke dalam grup WA yang Lulu buat. Lulu mengaku sudah menerapkan mengajar door to door sejak diterapkannya belajar dari rumah.

Ternyata, ada tiga orang yang tidak memiliki ponsel yang bisa dipakai untuk aplikasi WA. "Ada yang orangtuanya sudah sepuh, ada yang tinggal sama kakek neneknya," kata Lulu. Grup WA yang Lulu buat bukan hanya sekadar untuk memberikan materi dalam bentuk tulisan.

"Saya tetap membuat video materi pembelajaran yang kemudian saya kirim ke grup tersebut," ujarnya. Guru yang pernah menyandang predikat Juara Duta Wisata Sukowati Kabupaten Sragen 2015 itu mengungkapkan, delapan muridnya sudah bisa diberi tugas dan materi melalui grup WA. "Sedangkan yang tiga belum pernah, jadinya saya datangi ke rumahnya satu satu," ungkap Lulu.

Lulu mendatangi rumah muridnya setidaknya sekali dalam seminggu. "Nanti saya kasih tugas, saya jelaskan materinya, seminggu kemudian saya datang lagi untuk memeriksa dan mengambil tugasnya," kata Lulu. Lulu mengungkapkan daerah tempat ia mengajar bisa dikatakan termasuk daerah pelosok.

"Akses menuju rumah para murid juga masih sulit, bahkan untuk motor," katanya. Sebagian dari daerah para murid juga disebut Lulu sulit menangkap tayangan TVRI. "Tapi bagi yang sudah memiliki fasilitas smartphone dan orangtuanya mendukung, bisa mengakses materi melalui Youtube," ungkap Lulu.

"Sedangkan yang tidak bisa mengakses ya kasihan kalau ketinggalan banyak materi," imbuhnya. Bahkan, Lulu menyebut satu dari tiga murid yang ia datangi adalah peraih peringkat satu di kelas sejak kelas satu. "Makanya sayang kalau ketinggalan banyak materi," ujarnya.

Lulu mengungkapkan orangtua murid yang ia datangi mengungkapkan banyak terima kasih. "Seminggu sekali waktu piket ya saya kasih tugas kemudian saya ambil," ujarnya. Lebih lanjut Lulu mengungkapkan, mulai Senin besok ia akan mengajar door to door ke seluruh rumah muridnya.

Hal itu setelah Lulu melakukan koordinasi dengan para wali murid. Lulu menyebut, mayoritas orangtua kesulitan untuk mendampingi anaknya belajar di rumah. "Kasihan soalnya beberapa wali murid bilang ke saya kalau kesusahan jika tak didampingi langsung oleh guru, meskipun sudah ada fasilitas tapi masih kesusahan," ujar Lulu.

Selain itu, latar belakang mayoritas orangtua para muridnya merupakan petani dan buruh. Sehingga tidak bisa maksimal memberikan pendampingan belajar. Dalam memberikan pembelajaran door to door kepada tiga murid, Lulu tetap menerapkan anjuran jaga jarak atau social distancing dan juga mengenakan masker.

Nantinya, social distancing dan penggunaan masker akan diberlakukan Lulu terhadap seluruh murid yang ia ajar. "Untuk menghemat waktu dan tetap melaksanakan anjuran pemerintah untuk social distancing, saya menjadwalkan dan mengelompokkan anak anak maksimal 3 4 anak," ujar Lulu. Nantinya pengelompokan tersebut diatur sesuai jarak rumah masing masing anak yang saling berdekatan.

"Anak anak wajib menggunakan masker saat pembelajaran langsung bersama saya, nanti apabila ada yang belum mempunyai masker insyaallah akan saya sediakan," ungkap Lulu. Lulu berharap di tengah situasi saat ini, para murid tetap rajin belajar. "Semoga para murid tetap harus semangat rajin belajar walaupun di musim wabah pandemi, mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap social distancing, insyaallah wabah segera berakhir," ungkap Lulu.

Berita Terkait

PDIP Tegaskan Amandemen Terbatas Dukung Kepemimpinan Visioner Jokowi

Nurofia Fauziah

Ketua PA 212 Minta Megawati Introspeksi Diri  Singgung Selalu Dibilang PKI

Nurofia Fauziah

Prakiraan Cuaca Jumat Waspada Wilayah Tarakan & Manado Berpotensi Hujan Petir 12 Juni 2020 BMKG

Nurofia Fauziah

Akui Sempat Berkali-kali Berobat hingga Putuskan Tes Darah kisah 3 Pasien yang Sembuh dari Corona

Nurofia Fauziah

5 Hal yang Wajib Dilakukan buat Dapat Token Listrik Gratis 5 Juta Pelanggan Berhasil Klaim 8

Nurofia Fauziah

Terakhir 30 April 2020 Cara Mengisi SPT Pajak Jenis 1770SS melalui HP di djponline.pajak.go.id

Nurofia Fauziah

Mereka Sudah Ambil Ancang-ancang buat Pilpres 2024 Kata PDIP soal Manuver NasDem

Nurofia Fauziah

6 Mei 2020 Tuliskan Ciri-ciri Pantun! Jawaban Soal Kelas 4-6 SD Belajar dari Rumah TVRI Rabu

Nurofia Fauziah

Sukmawati Sudah Offside Umat Islam Agar Tahan Emosi Ustadz Yusuf Mansyur

Nurofia Fauziah

Ditanya UAS Soal Serangan Terhadap Bintang Emon Rocky Gerung Masak Membuat Orang Bahagia Diserang

Nurofia Fauziah

5 Kendaraan Travel Resmi Ditilang Polisi Setelah Ketahuan Bawa Pemudik Nekat Beroperasi

Nurofia Fauziah

Kivlan Zen Disebut Punya Utang Rp 8 Miliar buat Nasi Padang PAM Swakarsa 1988

Nurofia Fauziah

Leave a Comment