Bisnis

BEI Siapkan Tiga Jurus Tenangkan Pasar Modal dari Virus Corona

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk merumuskan inisiatif dan insentif yang akan diberikan dalam rangka mengantisipasi dampak virus corona terhadap aktivitas di pasar modal. Satu diantara insiatif tersebut adalah dengan tidak menerbitkan daftar efek yang dapat ditransaksikan secara Short Selling sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan. "Kehati hatian terhadap pergerakan indeks kita ada beberapa SOP nya. Bisa kita ubah sesuai kondisi dinamika pasar, nah ini yang kita koordinasikan dengan OJK," ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi di Jakarta, Senin (2/3/2020).

Inarno menjelaskan, langkah antisipasi lainnya adalah dengan tidak memproses lebih lanjut jika ada Anggota Bursa yang mengajukan permohonan kepada Bursa sebagai Anggota Bursa yang dapat melakukan transaksi short selling sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan. Ketiga, lanjutnya, Anggota Bursa wajib memastikan bahwa transaksi yang dilakukan baik untuk kepentingan Anggota Bursa maupun untuk kepentingan nasabah, bukan merupakan transaksi short selling. "Di tengah sentimen negatif yang menyelimuti investor di pasar keuangan global, Bursa terus menghimbau investor agar tidak panik dan tetap melakukan investasi berdasarkan analisis yang mendalam," ujarnya.

Sejak awal tahun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah turun sebanyak minus 13,44 persen atau 5.452,704. Penurunan ini juga dialami seluruh bursa utama dunia yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari atau sama dengan 100 miliar dolar AS, termasuk bursa bursa di Asia Tenggara. Penurunan tertinggi dialami bursa Thailand dan diikuti Indonesia, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Singapura dengan penurunan sebesar 15,03 persen, 13,44 persen, 13,15 persen, 8,2 persen, 6,68 persen, dan 6,57 persen.

Penurunan pada minggu terakhir bulan Februari 2020 atau 21 Februari hingga 28 Februari 2020 merupakan penyumbang terbesar penurunan indeks pada bursa utama dunia maupun bursa bursa di Asia Tenggara. Dengan penurunan tertinggi dialami oleh Filipina dan diikuti oleh Indonesia, Vietnam, Singapura dan Malaysia dengan penurunan mingguan sebesar 7,9 persen, 7,3 persen, 5,45 persen, 5.34 persen, dan 3.17 persen.

Berita Terkait

Catat! dari Senin Besok Jam Operasional BCA Tutup Sejam Lebih Awal

Nurofia Fauziah

Social Bella & Lazada Permudah Beauty Enthusiast Akses Produk Bersertifikat BPOM

Nurofia Fauziah

Penyelesaian Jiwasraya Butuh Proses Panjang Jokowi

Nurofia Fauziah

9 Miliar Link Net Bagikan Dividen Rp 491

Nurofia Fauziah

Rilis Data Neraca Perdagangan Berpotensi Katrol Laju IHSG Hari Ini

Nurofia Fauziah

Login www.pln.go.id atau WA menuju 08122-123-123 VIDEO Panduan Dapatkan Token Listrik Gratis dari PLN

Nurofia Fauziah

Hadiah Undian Senilai Total Rp 8 Miliar Bagi Pelanggan yang Beruntung

Nurofia Fauziah

Rumah.com ‘Property Market Outlook 2020’ Prediksi Pasar Properti Nasional 2020 Lebih Menggeliat

Nurofia Fauziah

DPR Minta Menhub Perhatikan Isu Garuda vs Sriwijaya & Harga Tiket Pesawat

Nurofia Fauziah

Defisit Bengkak Penerimaan Loyo APBN Jelang Akhir Tahun

Nurofia Fauziah

Penerbangan Dialihkan menuju Soekarno-Hatta Bandara Halim Tergenang 30 Cm

Nurofia Fauziah

Promo Hokben Free Es Ogura Setiap Minimal Pembelian Rp100 Ribu hingga Cashback 20% Pakai LinkAja

Nurofia Fauziah

Leave a Comment