Internasional

Banyak Darah Wanita Telepon Polisi Karena Bau Busuk di Rumahnya Kaget saat Tahu Penyebabnya

Seorang wanita telepon polisi karena bau busuk yang muncul di rumahnya. Lalu, temukan temannya sudah bersimbah darah di kamarnya. Setiap orang pasti menginginkan hidup yang tenang di lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka berharap gangguan tidak datang kepada mereka dalam bentuk apapun.

Namun, baru baru ini seorang wanita asal Malaysia mengaku merasa terganggu karena bau menyengat. Bau menyengat itu diketahui muncul dari dalam rumahnya. Tak tahan dengan bau menyengat itu, wanita berusia 20 tahun itu memutuskan untuk menghubungi polisi.

Melansir dari World of Buzz dan Berita Harian,wanita yang tinggal di Kota Kinabalu itu menelepon polisi pukul 6 sore dan melaporkan bau busuk yang kuat dari kamar teman serumahnya. Namun, siapa sangka bau busuk itu ternyata merupakan bau mayat di kamar temannya. Pada saat ditemukan, mayat tersebut diketahui meninggal sejak 4 hari yang lalu.

Mayat itu ternyata teman satu rumahnya yang berprofesi sebagai seorang guru. Menurut penuturan wanita tersebut, teman rumahnya itu tidak keluar dari kamar selama 3 hari. Kepala Kepolisian Distrik Kota Kinabalu, Asisten Komisaris Habibi Majinji mengatakan bahwa mereka sampai di tempat kejadian 10 menit setelahwanita itu melaporkan.

"Segera setelah kami tiba di tempat kejadian, bau busuk membawa kami ke mayat wanita di kamarnya." ujarnya. Mayat itu ditemukan telah bersimbah darah di kamarnya. “Tubuhnya ditemukan terbaring dengan darah yang menyebar di lantai. Dia diyakini jatuh sendiri di kamar. "

Diketahui, guru tersebut ternyata tidak ditemukan tewas bunuh diri. Sebelum meninggal, ia disebut sempatmenderita penyakit jantung semasa hidupnya. "Menurut teman serumahnya, almarhum tidak meninggalkan rumah selama tiga hari dan berdasarkan penyelidikan sebelumnya dari anggota keluarganya, dia diyakini menderita penyakit jantung," jelas Habibi.

Habibi juga menegaskan bahwa mayat guru tersebut akan diautopsi di Rumah SakitQueen Elizabeth untuk mengetahui penyebab kematiannya. Hubungan antara anak dan seorang Ibu memang tidak ada duanya. Saling melindungi, menyayangi, dan mengasihi adalah salah satu bentuk hubunganorangtua dan anak.

Namun miris, kisah tersebut pasti akan usai suatu hari nanti, seperti kejadian diJalan Bonto Nompo, Kecamatan Tamalate,Makassar ini. Warga dikejutkan dengan penemuanbalitayang tengah memelukjenazahibunya. EA, bocahbalitaberusia 2 tahun ini ditemukan memeluk ibunya, Marni (39) yang telah meninggal di kamar indekos nya pada Senin (28/10/2019).

Kapolsek Tamalate Kompol Arif Amiruddin telah mengkonfirmasi kebenaran kejadian tersebut. Saat digeledah, pintu kamar yang ditinggali ibu dan anaknya ini terkunci. Setelah dibuka terlihat EA yang tertidur memeluk ibunya, langsung berdiri.

Polisi pun dengan sigap langsung mengambil EA yang ada disebelah ibunya. Dilansir dariKompas.com, Marni diduga telah meninggal sejak 3 hari lalu. "Kondisi anak itu saat didapat masih dalam keadaan sehat dan baik."

"Dia langsung berdiri ketika anggota masuk di dalam kamar tersebut," kata Arif. Marni dan EA diketahui telah tinggal di kamar indekos milik Ratnawati sejak tiga bulan lalu. Penyidik, kata Arif, enggan menyimpulkan bagaimana bocah dua tahun tersebut bertahan selama tiga hari di kamar kosnya yang terkunci itu.

"Penyelidikannya tidak sampai disitu." "Anak itu juga belum bisa diwawancarai." "Tadi anak itu ada di tetangganya, sudah dibersihkan juga katanya mau diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara."

"Riwayat penyakitnya (ibu korban) juga belum ada dari Dokpol," Arifuddin menambahkan. Dari informasi yang berhasil dihimpun, Murni dan EA terakhir terlihat saat meminjam ponsel milik salah seorang saksi bernama Ratih (23) untuk memesan ojek online sekitar pukul 18.00 Wita. Setelah kejadian itu, Murni dan EA tidak lagi kelihatan.

Tim Dokpol Polda Sulsel tidak menemukan tanda tanda kekerasan di tubuh wanita asal Maros tersebut. "Hasil pemeriksaan kondisinya saya masih menunggu dari Dokpol." "Dokpol menduga sudah tiga hari meninggalnya, dari hasil sementara tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan," papar Arif.

Arif menegaskan penyelidikan tetap akan dilakukan. "Tapi tetap akan dilakukan penyelidikan." "Dia kontrak sekitar tiga bulan kata ibu kosnya."

"Kita menunggu dulu keluarganya untuk proses hukumnya." "Yang jelas dari Dokpol itu tidak ditemukan tanda tanda kekerasan," sambungnya.

Berita Terkait

PM Inggris Dikritik Karena Taruh Kakinya di Atas Meja Saat Ngobrol dengan Presiden Perancis

Nurofia Fauziah

Tembus 5 Update Corona Global Brasil Catat 2.147 Kasus Baru 6 Juta Lebih Rabu 27 Mei 2020

Nurofia Fauziah

Jamin Kerjasama dengan Negara Berkembang, Xi Jin Ping Terapkan Zero Tolerance terhadap Korupsi

Nurofia Fauziah

Jepang Akan Keluarkan UU Darurat Pandemi Influenza Antisipasi Corona Breaking News

Nurofia Fauziah

Aktor Netflix Italia Terjebak dengan Jenazah Corona Berjam-jam

Nurofia Fauziah

Lanjutan Sidang Kasus Novy Chardon, Wanita Asal Surabaya yang Dibunuh Suaminya di Australia

Nurofia Fauziah

Lee Jong Suk Dapat Hadiah Manis dari Lee Na Young Jelang Wajib Militer

Nurofia Fauziah

Stadion Olahraga Nasional Jepang Diresmikan di Mana Letak Tempat Obor Olimpiade

Nurofia Fauziah

Kapal Pesiar Norwegia, Viking Sky Kirim Sinyal Darurat, 1.300 Penumpang Dievakuasi dengan Helikopter

Nurofia Fauziah

Ayah Jacob Blake Ungkap Anaknya Lumpuh dari Pinggang menuju Bawah setelah Ditembak Polisi Wisconsin

Nurofia Fauziah

Presiden Belarus Positif Corona Sempat Remehkan & Klaim Vodka Obat Covid-19

Nurofia Fauziah

Dokter Beri Penjelasan Pengantin Baru di China Meninggal Mendadak saat Malam Pertama

Nurofia Fauziah

Leave a Comment