Kesehatan

Bahaya! Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Jangan Sepelekan 7 Hal yang Terlihat Wajar Ini

Gejalapenyakit jantung yang paling mudah dikenali adalah munculnya sakit di bagian dada. Namun, tidak semua penderitanya mengalamigejalaini. Tidak jarang, munculnya penyakit jantung justru ditandai dengan gejala gejala lain yang umum dialami.

Kondisi ini membuat banyak orang tidak sadar bahwa dirinya menderita penyakit jantung. Karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala gejala lain, yang menandakanpenyakit jantungselain sakit di bagian dada. Berbagai kondisi yang umum dialami sehari hari ternyata bisa menjadi penanda seseorang memiliki penyakit jantung.

Berikut ini kondisi kondisi yang perlu diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung. Rasa lelah memang hal yang sangat wajar dialami. Namun, apabila rasa lelah berlangsung terus menerus, maka kita perlu mewaspadainya sebagai salah satu gejala penyakit jantung.

Penyakit jantung yang ditandai dengan timbulnya rasa lelah, di antaranya adalah gagal jantung dan penyakit jantung koroner. Penyumbatan aliran darah ke otot jantung yang terjadi akibat penyakit jantung koroner, menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Hal ini membuat tubuh terasa nyeri.

Namun, rasa sakit dan nyeri tidak selalu timbul di dada dan dapat timbul di bahu, tangan, rahang, atau perut. Lebih rinci, rasa sakit umumnya timbul setelah berolahraga dan akan hilang sesudah beristirahat. Nafas tersengal setelah melakukan olahraga berat, tentu merupakan hal yang normal terjadi.

Namun, apabila nafas sering tersengal meski hanya melakukan sedikit aktivitas, maka bisa jadi hal ini menandakan seseorang memiliki gangguan pada jantung. Bengkak pada kaki dapat menjadi pertanda jantung tidak dapat memompa darah secara efektif seperti yang seharusnya. Saat jantung tidak dapat memompa darah dengan cepat, darah akan menumpuk di pembuluh darah sehingga menyebabkan pembengkakan.

Pada kondisi gagal jantung, ginjal juga mengalami kesulitan untuk mengeluarkan kelebihan cairan dan sodium di tubuh, sehingga pembengkakan dapat terjadi. Ketika merasa gugup atau semangat, kita biasanya akan merasakan jantung berdegup dengan kencang atau tidak teratur. Namun, jika jantung sering berdegup kencang pada saat saat tidak terduga dan tidak diketahui penyebabnya, maka perlu waspada.

Meski begitu, beberapa hal lain seperti terlalu banyak mengonsumsi kafein dan kurang tidur juga dapat menyebabkan jantung berdetak tidak beraturan. Pada beberapa kasus, penderitasakit jantungjuga merasakan mual, muntah, dan sakit perut sebagai gejala. Umumnya, wanita lebih sering mengalami hal ini dibandingkan dengan pria.

Tentu saja, sakit perut bisa disebabkan oleh berbagai hal lain selain penyakit jantung. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi saat seseorang mengalami serangan jantung. Sehingga, apabila kamu memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung dan mengalami sakit perut dan mual tanpa alasan yang jelas, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Banyak berkeringat secara tiba tiba tanpa sebab yang jelas, adalah hal yang perlu diwaspadai sebagai salah satu gejala penyakit jantung. Terutama apabila disertai dengan nyeri di dada. Jika mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter. Berbagai kondisi di atas memang kerap tidak dikenali sebagai gejala penyakit jantung, sehingga masih banyak orang yang tidak memeriksakan diri setelah mengalaminya.

Siapa sih yang tidak suka makanmi instan? Rasanya hampir setiap orang menyukainya, bahkan anak anak kecil pun demikian. Mayoritas penduduk dunia menganggapmi instanbahkan sebagai makanan pokok, seperti nasi yang sangat disukai di negara negara Asia. Namun, tanpa disadari yang terjadi adalah memakanmi instanadalah risiko yang mengancam jiwa.

Meskipun ada mitos umum seperti menambahkan sayuran ke dalam semangkuk mi instan untuk meningkatkan nilai gizi, masalah yang ditimbulkan adalah sesuatu yang tidak hanya bisa diatasi dengan makanan mentah tersebut. Konon, seperti dilansir dari Medical Daily , berikut ini beberapa alasan mengapa makan mi instan bisa berdampak buruk bagi kesehatan seseorang. Mi instan dapat menyaring sistem pencernaan, mendorongnya untuk memecah mi olahan selama berjam jam.

Ini dapat mengganggu kadar gula darah seseorang dan pelepasan insulin jika dikonsumsi terlalu cepat. Mi instan mendorong pencernaan menjadi lambat, karena sering mengonsumsi pengawet dan bahan kimia beracun lainnya. Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan paparan berlebih dari butiran hidroksanisol dan t butil hidrokuinon, dua bahan kimia yang biasa digunakan dalam produk untuk memperpanjang umur simpan. Keduanya dapat menyebabkan kecemasan, asma dan diare.

Orang orang yang selalu merencanakan cenderung makan mi instan beberapa kali seminggu. Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Journal of Nutrition , terungkap bahwa orang yang mengonsumsi mi instan dalam jumlah yang tidak moderat memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik, serangkaian gejala termasuk memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol HDL yang rendah, dan peluang lebih tinggi penyakit jantung, diabetes dan stroke. Tidak mengherankan jika mi instan mengandung banyak garam, yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension pada tahun 2014, ditemukan bahwakonsumsinatrium makanan tinggi diakui sebagai salah satu faktor utama dalam tingkat kematian yang tinggi dalam 23 studi kasus terakhir. Natrium tambahan ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi danpenyakit jantung.(Intisari Online.com/K. Tatik Wardayati).

Berita Terkait

Depresi karena Ijazah Ditahan, Dokter Muda di Papua Meninggal Dunia, Jokowi Diminta Cabut Aturan Ini

Nurofia Fauziah

Usai Operasi, Dorce dan Rano Karno Jauhi Santan, Ungkap Faktanya untuk Kesehatan, Baik atau Buruk?

Nurofia Fauziah

dan Diagnosis Ashanty Autoimun Terkenal dengan Metode Cuci Otak Profil Dokter Terawan Calon Menkes

Nurofia Fauziah

Demam Berdarah hingga Leptospirosis Waspada 8 Penyakit Ini Sering Menyerang saat Musim Hujan

Nurofia Fauziah

Inilah Para Jawara IndoHCF Innovation Awards III-2019

Nurofia Fauziah

Turunkan Kolesterol Pasca Konsumsi Daging di Hari Raya Idul Adha dengan 10 Makanan Ini

Nurofia Fauziah

Pacitan KLB Hepatitis A, 824 Warga Keluhkan Nyeri di Perut, Tak Nafsu Makan dan Pembesaran Hati

Nurofia Fauziah

5 Cara Menjaga Kelembaban Kulit di Cuaca Dingin, Jangan Mandi dengan Air Panas dan Gunakan Pelembab

Nurofia Fauziah

Apa Itu Penyakit Pneumonia? Kenali Sejak Dini Penyebab, hingga Cara Pengobatannya Sebelum Terlambat

Nurofia Fauziah

Upayakan Si Kecil dapat Kandungan Serat Bukan dari Minuman Serat Instan

Nurofia Fauziah

Pentingnya Pemenuhan Nutrisi Medis Khusus Cegah Malnutrisi Bagi Anak Berpenyakit Langka

Nurofia Fauziah

Sebaiknya Jangan Ditinggalkan 7 Benda Ini di Kamar Mandi

Nurofia Fauziah

Leave a Comment