Kesehatan

Atasi Gangguan Kecemasan Tanpa Obat Bagaimana Caranya

Dalam situasi serba tidak pasti saat dunia dilanda wabah seperti sekarang, gangguan kecemasan bisa dialami oleh siapa saja. Bahkan kondisiyang masuk dalam gangguan mental ini sulit untuk diabaikan. Bagi awam, gangguan kecemasan mungkin dianggap sepele, tapi orang yang mengalaminya akan selalu dilanda rasa khawatir, kewalahan, dan dilingkupi kesedihan mendalam.

Penyandang gangguan ini sering tidak bisa menghindari pikiran dan emosi negatif. Untuk orang yang kondisinya sudah berat, obat yang diresepkan psikiater merupakan solusi untuk meredakan kecemasan sehingga mereka bisa menjalani hidupnya dengan normal. Seringkali sumber kecemasan berasal dari gangguan kecil atau hanya suasana hati yang buruk. Dalam keheningan, biasanya baru terungkap kekhawatiran dan ketakutan yang sebenarnya, sehingga lebih mudah mengelola kekhawatiran tersebut. Mengurangi kecemasan dengan teknik " mindfulness" perlu dikembangkan setiap hari.

Ini seperti membangun mindfulness di sistem sehingga kita memilikinya di saat yang diperlukan. Ketenangan pikiran akan membantu kita di tengah tekanan. Segala teknik pernapasan, meditasi, visualisasi tidak akan berguna jika kita belum berlatih secara konsisten dan mengetahuinya lebih dalam. Katherine Mazza, terapis kesehatan mental berlisensi spesialis masalah hubungan, manajemen kecemasan, PTSD, dan trauma di New York membagikan tips di bawah ini untuk mengurangi kecemasan.

Cara ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja, tetapi di sini adalah bagaimana melakukannya sehingga berhasil. Mulailah ritual mindfulness harian. Sisihkan 20 menit, dua kali sehari, untuk duduk diam dalam keheningan. Bernapas, amati, meditasi, jurnal, apa pun yang paling cocok untuk Anda. Lakukan ini secara konsisten selama 30 hari. Perhatikan bagaimana tingkat kecemasan kita berubah.

Lakukan terus menerus, jadikan ini sebagai gaya hidup, bukan obat yang seketika menghilangkan nyeri. Setiap waktu akan berbeda jadi amati diri kita pada saat saat ini. Coba terhubung dengan diri kita. Ketika kita kehilangan kontak dengan diri sendiri, dunia akan meninggalkan kita.

Berita Terkait

10 Buah dan Sayur Ini Mampu Turunkan Kolesterol Usai Idul Adha: Pepaya, Wortel hingga Seledri

Nurofia Fauziah

Tak Sebugar Dulu, Bolehkah Penyintas Kanker Seperti Ani Yudhoyono Berpuasa? Yuk Simak Fakta Medisnya

Nurofia Fauziah

Bisa Bantu Turunkan Berat Badan 5 Manfaat Biji Buah Mangga buat Kesehatan

Nurofia Fauziah

Mengetahui Gejala Penyakit Jantung Sejak Dini

Nurofia Fauziah

Berlokasi di dekat Lokasi Wisata, RSUD Bali Mandara Banyak Layani Warga Negara Asing

Nurofia Fauziah

Yuk Ikuti Kebiasaan Dokter Cantik Ini Jalan Cepat Minimal 15 Menit hendak Olahraga Murah & Gak Ribet

Nurofia Fauziah

Ciri-ciri Mata Lelah karena Banyak Menggunakan Gadget & Ini Cara Mengatasinya

Nurofia Fauziah

Ini 5 Manfaat Rebung Tunas Pohon Bambu yang Bisa Turunkan Berat Badan Jarang Dikonsumsi

Nurofia Fauziah

Kadar Lemak & Garamnya Tinggi Hati-hati Konsumsi Mi Instan! Nutrisinya Rendah

Nurofia Fauziah

Resep Ampuh Hilangkan Nyeri Punggung dan Sendi Ala Menteri Susi Pudjiastuti, Cukup dengan Garam

Nurofia Fauziah

dari Hewan Laut hingga Unta Kelelawar & 4 Binatang Ini Bisa Menyebarkan Virus Corona

Nurofia Fauziah

Diet Ala Tarian K Pop, Pria Ini Berhasil Turunkan Berat Badan Hingga 36 Kilogram Dalam 7 Bulan

Nurofia Fauziah

Leave a Comment