Corona

Anies Baswedan Jelaskan Langkah Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus di Masa Transisi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan cara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid 19 di masa transisi ini. Sebelumnya, Anies telah mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta diperpanjang. Selain itu, Anies juga menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi.

Sejumlah tempatpun mulai dibuka secara bertahap dengan ketentuan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19, Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan harian seperti yang dijalankan sebelumnya. "Jadi kita seperti tiga bulan ini, selama 13 minggu kita melakukan pemantaun harian, dievaluasi mingguan," kata Anies dalam wawancaranya yang disiarkan langsung melalui kanal YouTubeKompas TV, Kamis (4/6/2020).

"Ini sama, kita pantau harian, final evaluasinya akhir Juni," tambahnya. Menurut Anies, adanya pemantauan tersebut maka dapat diketahui bagaimana perkembangan kasus Covid 19 di Jakarta selama masa transisi. Ia mengatakan, apabila akhirnya terjadi lonjakan kasus positif maupun kematian akibat Covid 19, maka masa transisi akan dihentikan.

"Pantuan ini memberikan feedback , bila terjadi lonjakan kasus, bila lonjakan pasien ada, bila yang meninggalpun melonjak, maka kita akan mengambil tindakan yang biasa disebut emergencybreak policy , kebijakan rem darurat, masa transisi diberhentikan lalu kita ketatkan lagi," ungkap Anies. Namun, Anies menambahkan, tentunya hal itu diharapkan tidak akan terjadi. Menurut Anies, masyarakat akan mampu melewati masa transisi ini apabila mematuhi empat prinsip dasarnya,

"Karena itulah, empat hal tadi dalam masa transisi wajib diikuti dengan disiplin, hanya yang sehat yang pergi, hanya separuh kapasitas, selalu pakai masker, dan selalu jaga jarak." "Bila ini kita lakukan dengan baik, insyaAllah, kita dapat melewati masa transisi dengan baik, ditambah lagi protokol protokol spesifik untuk kegiatan kegiatan tertentu," tutur Anies. Sebelumnya, Anies telah mengumumkan secara resmi PSBB di DKI Jakarta diperpanjang.

Anies pun menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi. "Kami memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang, dan menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi," ujarnya, seperti yang diberitakan , Kamis. Anies menyebut sebagian wilayah Jakarta sudah berstatus zona hijau.

Akan tetapi, sejumlah wilayah lainnya masih ada yang berstatus zona merah. "Transisi dari pembatasan sosial masif menuju kondisi aman, sehat, produktif," ungkapnya. Menurut Anies, fase pertama transisi ini adalah pelonggaran atas kegiatan yang memiliki syarat tertentu.

"Yang pertama, (kegiatan) memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan yang kedua, efek risiko yang terkendali," ujarnya. Anies mengungkapkan fase pertama bisa tuntas di bulan Juni. "Jika selama masa transisi bulan Juni tidak ada lonjakan yang berarti, maka akan masuk fase kedua," ujarnya.

Pada fase kedua, Anies mengatakan, akan ada kelonggaran di sejumlah bidang yang lebih luas lagi. Sementara itu, ia menegaskan, sanksi pelanggaran pembatasan akan tetap diberlakukan. "Mengenai sanksi pembatasan tetap diberlakukan, tidak dikecualikan," ujarnya.

Anies mengungkapkan dalam membuat kebijakan selalu mengedepankan parameter dari berbagai ahli, kedokteran, dan sebagainya. "Parameter selengkap mungkin dan pemantauan parameter dilakukan sampai level RW," ujar Anies. Anies mengungkapkan nilai reproduksi virus (Rt) di Jakarta mengalami penurunan drastis.

"Alhamdulillah turun terus. Nilai Rt di Jakarta di angka 0,99," ujarnya. Menurutnya, di bulan Maret lalu, nila Rt Jakarta berada di posisi 4. Sementara itu, kinitelah beradadi posisi 0,99.

"Kalau angkanya 4, artinya 1 orang menularkan kepada 4 orang, kalau angkanya 3, menularkan ketiga, kalau 1 menularkan 1," ujarnya. Artinya, berdasarkan angka ini, Anies mengklaim Jakarta telah mengendalikan penyebaran virus karena angkanya di bawah 1. Sementara itu, Anies juga menyampaikan indikator pembatasan sosial.

Menurutnya, ada tiga aspek pembatasan sosial, yakni epidemiologi, kesehatan publik, dan fasilitas kesehatan. Dari ketiga aspek tersebut, Anies mengungkapkan pembatasan sosial di Jakarta bisa dilonggarkan. "Pembatasan sosial bisa dilonggarkan, tapi tetap waspada," ujar Anies.

Anies pun menyampaikan grafik penambahan kasus di Jakarta mulai melandai. "Alhamdulillah grafik Jakarta mulai melandai setelah mencapai puncak di pertengahan April," ungkapnya. Diketahui, DKI Jakarta telah tiga kali menerapkan PSBB.

Fase pertama PSBB dilakukan pada 10 hingga 23 April 2020 selama 14 hari. Fase kedua mulai 24 April 2020 sampai 22 Mei 2020 atau selama 28 hari. Fase ketiga selama 14 hari, dari 22 Mei 2020 hingga 4 Juni 2020, hari ini.

Berita Terkait

Sudah 209 Negara Terjangkiti Kasus Baru AS Terus Meningkat UPDATE Corona Dunia 7 April 2020

Nurofia Fauziah

Presiden Sampaikan Situasi Terkini Dampak Covid-19 Bertemu Purnawirawan TNI-Polri

Nurofia Fauziah

Dua Target Ini yang Dikejar Presiden Sebut Dunia susah Kendalikan Covid

Nurofia Fauziah

Ini Jawaban Dokter Reisa Broto Asmoro Apakah Virus Corona Benar-benar Ada

Nurofia Fauziah

682 Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Update 26 Juni

Nurofia Fauziah

Hasilnya 83.941 Orang Negatif Covid-19 Pemerintah Sudah Periksa 134.151 Spesimen

Nurofia Fauziah

Peneliti Inggris Sebut Virus Corona Lebih Berbahaya Jika Menyerang Pria & Penderita Obesitas

Nurofia Fauziah

Pembangunan Kamar Isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang Dikebut

Nurofia Fauziah

Ini Lima Arahan Terbaru Presiden Jokowi Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Nurofia Fauziah

PGRI Minta Guru Honorer juga Dibantu Dukung Dana POP buat Subsidi Kuota

Nurofia Fauziah

Berikut Sebaran 43.803 Pasien Covid-19 di 34 Provinsi Sulsel Penyumbang Kasus Baru Tertinggi

Nurofia Fauziah

Polisi Sesalkan Masih Ada Pemudik yang ”Kucing-kucingan” dengan Petugas

Nurofia Fauziah

Leave a Comment