Regional

Anak pun Terancam Tak Kuliah Suami Kena PHK Kisah Sedih Yayuk Ernawati

Kisah sedih menimpa satu keluarga di Gresik, di saat virus corona melanda, suami kena PHK, istrinya pun berjuang serabutan. Yayuk Ernawati, perempuan berusia 47 tahun terpaksa bekerja serabutan. Warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ini sudah dua pekan lebih menekuni profesi barunya ini.

Selama ini, wanita yang kerap disapa Yayuk hanyalah seorang ibu rumah tangga. Dia merawat anaknya Fira Alifia Putri (18) yang masih duduk di bangku kelas XII SMA dan Ibunya, Suparti (74) yang sedang sakit di rumah. Istri dari Agus Sarjiato (47) ini bekerja melipat kantong plastik milik sebuah perusahaan kantong plastik.

Dia terpaksa menawarkan diri kepada temannya yang lebih dahulu menekuni profesi ini. Melipat kantong plastik dari dalam rumah. Membuat dapur rumahnya tetap mengepul. Duduk bersila di dalam rumah, kantong plastik itu dimasukkannya ke dalam bungkus.

Kemudian di tata di samping tembok. Bersama suami dan anaknya, dalam sehari dia bisa menyelesaikan delapan glangsing berisi kantong plastik yang akan segera dikirim itu. "Kantong plastik yang sudah dilipat, dikumpulkan dimasukkan ke glangsing. satu glangsing dihargai Rp 3 ribu rupiah," kata Yayuk, Minggu (19/4/2020).

Jika dikalkulasi, dalam sehari Yayuk mampu mendapat pundi pundi rupiah sebesar Rp 24 ribu. Kepada Surya.co.id, Yayuk bercerita, bahwa suaminya sudah tidak lagi bekerja pada Kamis (2/4/2020) siang lalu. Suaminya, Agus pulang ke rumah. Ia menjadi korban PHK akibat Covid 19. Tidak seperti biasanya, pria yang menikah dengannya kurang lebih 20 tahun itu pulang siang hari. Ternyata, kepulangannya ke rumah dari tempat kerjanya di sebuah pabrik kayu yang ada di Desa Bambe menjadi hari terakhir bekerja.

"Agenda ekspor pabrik kayu dibatalkan semua, pekerja di PHK karena pandemi Covid 19. Suami saya pulang tanpa pesangon karena statusnya outsourching," cerita Yayuk. Dia berusaha berdamai dengan keadaan. Suaminya berada di rumah tidak lagi memiliki pekerjaan. Usai bekerja di pabrik kayu selama 12 tahun. Putrinya juga demikian. Karena sekolah diliburkan dan Ujian Nasional (UN) ditiadakan. Sementara ibunya, Suparti hanya bisa terbaring di tempat tidur karena sakit yang diderita.

"Suami saya kalau hari Minggu. Biasanya membantu saudara bekerja sebagai kuli bangunan," terang Yayuk penuh sedih. Apapun pekerjaan dilakukan untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid 19. Suaranya mulai lirih, saat anak tunggalnya harus memendam cita cita melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.

Sebenarnya, jika tidak ada pandemi Covid 19 ini. Uang tabungan miliknya yang disisihkan rencananya akan digunakan untuk sekolah anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. "Saat ini saya juga masih merawat ibu," ucapnya. Yayuk mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah. Baik bantuan sembako atau yang lain.

Baru ibunya yang terdata mendapat beras karena berstatus janda. Sementara suaminya yang terdampak [andemi Covid 19 belum mendapat bantuan. Suaminya juga tidak mengikuti program kartu pra kerja. "Tidak bisa daftarnya," pungkas Yayuk.

Kini, Yayuk harus memulai kehidupan baru dengan bekerja serabutan bersama suami dan anaknya. Menurut data, jumlah PHK di Kabupaten Gresik sebanyak 1.049 pekerja dari 16 perusahaan. Sementara pekerja yang dirumahkan ada 511 orang. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Ninik Asrukin mengatakan para pekerja yang mengalami PHK atau dirumahkan dipersilahkan ikut program kartu Pra Kerja. Sebab, tidak ada batasan usia.

"Daftarnya bisa langsung ke websitenya www.prakerja.go.id. kalau masih belum bisa caranya silahkan datang ke Disnaker ada posko. Kita hanya bisa membantu caranya saja. Karena yang menyeleksi bisa lolos pra kerja atau tidak itu di pusat," terangnya. Jika berhasil lolos, lanjut Ninik, maka akan mendapat kartu pra kerja. Nantinya akan ada bantuan yang juga bisa untuk berwirausaha.

Berita Terkait

Pelaksanaannya wajib Dibenahi Legislator Nilai Landasan Filosofis Otsus Papua Sudah Baik

Nurofia Fauziah

Viral Video Anak Kecil Tunjukkan Rumah Keluarganya yang Terletak di Sebuah Kebun di Solo

Nurofia Fauziah

Kasus Pencurian Uang di SPBU Mlati Terkuak Berkat Temuan Ceceran Uang di Laci Kasir

Nurofia Fauziah

Polda Jatim Temukan Dua Orang Positif Covid-19 Lakukan Rapid Test Dadakan di Beberapa Tongkrongan

Nurofia Fauziah

Berawal dari Makan Berkat Nenek di Madura Lakukan Sumpah Pocong Gara-gara Dituduh Punya Ilmu Santet

Nurofia Fauziah

Perilaku Tak Biasa Made Artana Sebelum Tewas Tertimbun Longsoran Tanah

Nurofia Fauziah

Abdullah Buka Tenda Berkemah di Pinggir Sungai Cara Unik Pemudik Isolasi Diri

Nurofia Fauziah

Kota Mataram Cerah Berawan BMKG Prakiraan Cuaca Wilayah Lombok & Sekitarnya Sabtu 2 Mei 2020

Nurofia Fauziah

Jatuh menuju Sungai Tewas saat Jembatan yang Dilewati Putus Perempuan Ini Ditandu Warga buat Berobat

Nurofia Fauziah

Gugus Tugas Akan Lacak Riwayatnya Pasien Covid-19 Asal Sungai Pinang Ogan Ilir Meninggal Dunia

Nurofia Fauziah

Mengaku Berpacaran dengan Korban Kakek 71 Tahun Setubuhi Gadis 20 Tahun hingga Hamil

Nurofia Fauziah

Mobil Milik Youtuber Pembagi ‘Makanan’ Sampah di Bandung Diamankan Polisi

Nurofia Fauziah

Leave a Comment