Pendidikan

Ada Opsi Pengganti UN Deretan Fakta Penting wajib Diketahui Soal Ujian Nasional 2020 Dibatalkan

UjianNasional 2020 resmi dibatalkan setelah wabah corona menyerang Indonesia. Pernyataan pembatalan tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim usai berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo. "Alasan nomor satu, prinsip dasarKemendikbudadalah yang terpenting keamanan dan kesehatan siswa siswa kita dan keamanan keluarga siswa siswi dan kakek nenek siswa siswi tersebut," kata Nadiem seperti dikutip dari Kompas TV , Selasa (24/3/2020).

Berikut ini fakta penting yang perlu diketahui: Menurut Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (23/3/2020) malam, penentuan kelulusan siswa bisa ditentukan dari nilai akumulatif di rapor. “Dari rapat konsultasi via daring (online) antara anggota Komisi X dan Mendikbud Nadiem Makarim maka disiapkan berbagai opsi untuk menentukan metode kelulusan siswa, salah satunya dengan nilai kumulatif dalam rapor,” ujarnya.

Huda mengatakan, untuk tingkat SMA dan SMP, maka kelulusan siswa akan ditentukan melalui nilai kumulatif mereka selama tiga tahun belajar. Bagi siswa SD, kelulusan akan ditentukan dari nilai kumulatif selama enam tahun mereka belajar. “Jadi nanti pihak sekolah akan menimbang nilai kumulatif yang tecermin dari nilai rapor dalam menentukan kelulusan seorang siswa, karena semua kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler siswa terdokumentasi dari nilai rapor,” ujarnya.

Huda menjelaskan, setelah rapat konsultasi tersebut, saat ini Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mengkaji opsi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai penganti UN. Namun, opsi tersebut hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan (daring). “Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di gedung gedung sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kemendikbud meminta berbagai pihak bersabar terkait berbagai pemberitaan soal rencana UN ditunda untuk tahun 2020 ini. Seperti diketahi, berita terkait Ujian Nasional ditunda mulai ramai dibicarakan setelah Ketua Komisi X Syaiful Huda mengunggah hasil rapat daring dengan Mendikbud Nadiem Makarim pada Senin malam (23/3/2020) melalui akun resmi Instagram nya @Saifulhooda. "Nanti tunggu ratas (rapat terbatas) Pak Presiden," tegas Ade Erlangga Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud kepada Kompas.com (24/3/2020) saat dikonfirmasi terkait kesepakatan pembatalan UN 2020.

Komisi X dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sepakati tiadakan Ujian Nasional karena wabah corona, kelulusan berdasarkan nilai rapor akumulatif. Pemerintah akhirnya mengambil opsi berani untuk meniadakan UN di tingkat SMA, SMP, dan SD karena wabah virus corona. Nilai rapor pun menjadi pertimbangan kelulusan bagi siswa nantinya.

Penyebaran wabah corona (Covid 19) di ujung masa akhir tahun pelajaran menimbulkan simalakama bagi pemerintah. Saat ini tengah dikaji berbagai opsi ujian bagi siswa tingkat dasar dan menengah sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kelulusan siswa, termasuk menggunakan nilai rapor. “Dari rapat konsultasi via daring (online) antara anggota Komisi X dan Mendikbud Nadiem Makarim maka disiapkan berbagai opsi untuk menentukan metode kelulusan siswa salah satunya dengan nilai kumulatif dalam raport,” ujarKetua Komisi X DPRRISyaiful Hudadalam siaran pers yang diterima Kompas.com , Senin malam (23/3/2020).

Kesepakatan ini didasarkan atas penyebaran Covid 19 yang kian masif. Padahal jadwal UN SMA harus dilaksanakan pekan depan. Pun begitu dengan UN SMP serta SD yang harus dijadwalkan paling lambat akhir April mendatang.

“Penyebaran wabah Covid 19 diprediksi akan terus berlangsung hingga April, jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah Covid 19 sehingga kami sepakatUN ditiadakan,” ujarnya. Huda mengatakan saat ini Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mengkaji opsi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai penganti UN. Kendati demikian opsi tersebut hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan (daring).

“Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di Gedung gedung sekolah,” katanya. Politikus PKB ini menegaskan jika USBN via daring tidak bisa dilakukan maka muncul opsi terakhir, yakni metode kelulusan akan dilakukan dengan menimbang nilai kumalatif siswa selama belajar di sekolah. Untuk tingkat SMA dan SMP maka kelulusan siswa akan ditentukan melalui nilai kumalatif mereka selama tiga tahun belajar.

Pun juga untuk siswa SD, kelulusan akan ditentukan dari nilai kumulatif selama enam tahun mereka belajar.

Berita Terkait

Regenerasi Alami Aqua Dwipayana di Awal 2020 Peluncuran Ero

Nurofia Fauziah

Sekolah Citra Kasih Don Bosco Kenalkan Jiwa Entrepreneurship menuju Siswa Sejak Dini

Nurofia Fauziah

Pidato Terahir Rektor Universitas Indonesia pada Rapat Terbuka MWA

Nurofia Fauziah

Unika Atma Jaya Kembali Gelar Social Entrepreneur Marketplace  

Nurofia Fauziah

Tema 2 Subtema 2 – Selalu Berhemat Energi (Halaman 51-55) Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 4

Nurofia Fauziah

SMAN 13 Medan Apresiasi Juknis Kemendikbud Soal Penggunaan Dana BOS di Tengah Pandemi Covid-19

Nurofia Fauziah

Akses dikdin.bkn.go.id 3.112 Pelamar Telah Mendaftarkan Diri Cara Daftar STIN 2020

Nurofia Fauziah

Bocah SD Ini Ternyata Cucu dari Karni Ilyas Wawancarai Anies Baswedan Pakai Bahasa Inggris

Nurofia Fauziah

Pendaftaran SBMPTN 2019 Dibuka Senin Besok, Simak Persyaratan dan Tahapan Pendaftarannya

Nurofia Fauziah

Asosiasi Guru Marketing Tingkatkan Kompetensi Pengajar SMK melalui Pelatihan & Sertifikasi

Nurofia Fauziah

SMP & SMA/SMK 14 Agustus 2020 Jenjang SD Jadwal Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah Jumat

Nurofia Fauziah

BPPT & President University Sepakati Kerjasama Pengembangan Techno Park

Nurofia Fauziah

Leave a Comment