Travel

6 Tips Mengemudi yang Aman Saat Cuaca Buruk, Perhatikan Jarak Pengereman

Liburan tidak selalu dalam cuaca yang cerah dan baik, biasanya liburan juga bertepatan dengan cuaca yang buruk seperti hujan lebat. Namun beberapa orang tetap melakukan liburan meskipun cuaca sedang kurang baik. Maka dari itu kamu yang ingin tetap berlibur meskipun sedang dalam cuara buruk seperti hujan lebat atau bahkan hujan petir perlu menyimak tips tips berkendara.

Ketika mengemudi alangkah baiknya kamu mengatur kecepatan sesuai dengan jarak pandang dan lingkungan sekitar. Perlu diperhatikan juga ada tidaknya genangan air di jalan yang kamu lewati. Jangan mecoba untuk mengemudi dengan kecepatan penuh karena dikhawatirkan akan terpeleset, apalagi ketika musim hujan seringnya jalanan licin.

Saat akan berangkat kamu perlu memperhatikan mobil yang kamu pakai agar bisa menentukan putaran mesinnya. Kamu harus melakukannya agar selama perjalanan mobilmu tidak mengalami sliding dan traksi roda tetap optimal. Apabila kamu menggunakan mobil yang berbahan dasar bensin, kamu harus menjaga putaran mesin tetap berada di angka 2500 rpm.

Akan tetapi jika kamu menggunakan mobil dengan mesin diesel, kamu harus menjaga putaran mesin tetap berada di angka 1800 rpm. Biasanya para pengemudi mobil sering menggunakan lampu hazards saat hujan dengan alasan agar terlihat jelas jalanan di depan yang masih jauh, atau untuk menandakan adanya mobil tersebut yang sedang lewat. Hal ini justru salah, seharusnya saat berkendara di cuaca buruk lebih baik menggunakan lampu day time.

Jika kamu menggunakan lampu hazard maka muncul kemungkinan kamu akan mengganggu pandangan pengemudi lain di depanmu. Biasanya dalam cuaca cerah atau sedang tidak hujan sering ditemukan para pengguna mobil mengerem mendadak. Hal ini harus dihindari ketika hujan.

Kamu harus mengerem dalam jarak yang lebih panjang atau lebih jauh. Sebab jalanan yang licin dapat membuat ban mobilmu lebih cepat meluncur daripada ketika jalanan sedang kering. Saat mobil melewati jalanan yang terdapat genangan air, maka ban mobil tidak bisa mencengkeram jalan dengan baik.

Hal ini akan menimbulkan kemungkinan terjadi aquaplanning atau suatu kondisi dimana ban kehilangan traksi di aspal. Apalagi ketika kamu menemukan jalanan yang terdapat genangan air tinggi, sebaiknya segera hindari. Besar kemungkinan genangan air yang tinggi akan menyebabkan mobilmu mogok dan terjadi kerusakan mesin mobil.

Tidak menutup kemungkinan saat liburan pasti sering terjebak hujan, bahkan hingga banjir yang cukup tinggi. Dalam kondisi seperti ini kamu dilarang untuk menghidupkan mesin mobil. Karena dengan menghidupkan mesin mobil akan terjadi kerusakan pada mesin mobil.

Sebelumnya mesin mobil pasti sudah terendam oleh genangan air, ditambah jika kamu menghidupkan mesinnya maka timbul kemungkinan kerusakan akan lebih parah.

Berita Terkait

Rute & Waktu Terbaik Kunjungi Wisata Ranu Manduro Mojokerto

Nurofia Fauziah

Suasananya Obati Rindu Kampung Halaman 7 Tempat Nikmati Kuliner Tradisional Jogja

Nurofia Fauziah

Hari Terakhir Promo TIX.ID Diskon 50 Persen Film Captain Marvel, Lihat Syaratnya

Nurofia Fauziah

Harga Tiket Masuk Jakarta Aquarium yang Buka Kembali Sejak 20 Juni 2020

Nurofia Fauziah

Turis Asing Diwajibkan Bayar Deposit Rp 42 Juta Berkunjung menuju Kamboja

Nurofia Fauziah

Minuman Khas Thailand yang Digemari Orang Indonesia Fakta Unik Thai Tea

Nurofia Fauziah

Liburan Mewah Nikita Mirzani ke Disneyland Paris Hingga Bertemu Lenny Kravitz

Nurofia Fauziah

Ini Dia Kota Terdingin di Indonesia Bukan Malang atau Puncak

Nurofia Fauziah

Cerita Khansa, Pendaki Cilik Asal Cibubur yang Gapai Puncak Tertinggi Kilimanjaro Afrika

Nurofia Fauziah

Begini Persiapan Pengibaran Bendera Merah Putih Bawah Air di Ancol

Nurofia Fauziah

Lampu Kabin hingga Turbulensi Pilot Ini Beberkan 7 Rahasia Tentang Penerbangan

Nurofia Fauziah

Benteng Belgica

Nurofia Fauziah

Leave a Comment