Kesehatan

5 Cara Menjaga Kelembaban Kulit di Cuaca Dingin, Jangan Mandi dengan Air Panas dan Gunakan Pelembab

Baru baru ini sejumlah wilayah di Indonesia dilanda cuaca dingin. Bahkan saking dinginnya di beberapa dataran tinggi muncul fenomena embun beku. Salah satunya di kawasan Dieng, Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah.

Suhu udara di kawasan tersebut mencapai dibawah 0 derajat celcius. Inilah yang mengakibatkan munculnya fenomena embun yang membeku atau penduduk lokal menyebutnya dengan bun upas. Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Staklim Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa mengatakan, ada tiga penyebab udara dingin yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.

Pertama, adanya pengaruh atau dampak angin monsoon Australia di mana udaranya dingin dan kering. Sedikitnya awan juga jadi penyebab kenapa suhu lebih dingin. Sebab, bila biasanya sinar Matahari yang masuk ke Bumi bisa tertahan oleh awan, kali ini terbuang kembali ke luar angkasa.

Akibatnya, panas yang biasanya juga tertahan turut hilang. Selain itu, saat ini, sejumlah wilayah juga mulai memasuki musim kemarau sehingga kandungan air di dalam tanah dan di udara menjadi rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara, menyebabkan suhu dingin yang kering.

Hal senada juga disampaikan peneliti cuaca dan Iklim BMKG Provinsi Jawa Barat, Muhamad Iid Mujtahiddin. Mujtahiddin menyebut, suhu dingin yang terjadi di Bandung atau Jawa Barat seperti ini merupakan fenomena wajar sebagai penanda datangnya musim kemarau. Selain karena pengaruh angin monsoon Australia, saat ini, benua Kanguru itu mengalami musim dingin dengan puncaknya terjadi pada Juli, Agustus, dan September.

"Sehingga suhunya relatif lebih dingin dibandingkam musim hujan," ujar Muhamad Iid. Suhu dingin saat ini juga dipengaruhi dengan masih adanya kelembapan pada ketinggian permukaan hingga 1,5 kilometer di atas permukaan laut. Ternyata bukan hanya cuaca panas yang tak baik untuk kulit manusia, suhu dinginpun juga akan mengakibatkan masalah kulit jika dibiarkan.

Beberapa masalah kulit yang sering terjadi adalah kulit menjadi kerung, bersisik hingga terlihat retak bahkan gatal atau iritasi. Direktur Westside Gunung Sinai Dermatology Fakultas Praktek di New York City, Dr Angela Lamb mengatakan bahwa kulit adalah penghalang air dalam tubuh kita. Apabila kulit kita kering dan kedinginan maka air dalam tubuh akan lebih cepat menguap.

Untuk mencegah terjadinya kekeringan Lamb menyarankan untuk mengkonsumsi air lebih banyak. Setidaknya satu atau dua gelas dari jumlah air yang biasa dikonsumsi. Lamb menambahkan, agar kulit tidak dehidrasi kita bisa mengunakan pelembab kulit.

Sebaiknya pilih produk yang mengandung lebih banyak pelembut kulit. Untuk yang memiliki masalah kulit seperti jerawat atau bruntusan, gunakan produk yang mengandung caramide dan gliserin. Kandungan ceramide dan gliserin mampu melindungi kelembaban kulit.

Cuaca dingin membuat orang jarang berkeringat, dan malas mandi. Sebagian besar memilih mandi dengan air panas untuk agar tidak menggigil. Faktanya mandi dengan air panas justru akan membuat retakan pada kulit.

Air panas menguap dengan cepat dan jika kulit tak segera dilembabkan retakan pada kulit akan membuat saraf kulit terkena udara. Jika terpaksa, seusai mandi dengan air hangat keringkan kulit dan gunakan pelembab. Hal ini efektif untuk menghindari dehidrasi pada kulit.

Minyak kelapa sangat bermanfaat untuk kulit. Sebelum mandi air panas oleskan minyak kelapa pada seluruh tubuh. Cara ini mampu melembabkan kulit dan melindungi penghalang kulit sebelum mandi air panas.

Tak hanya minyak kelapa, kamu juga bisa menggunakan minyak esensial, minyak argan, minyak pohon teh, atau minyak mawar. Untuk kulit sensitif minyak mawar lebih dianjurkan. Jika keluar dengan keadaan kulit lembab dalam cuaca dingin akan membuat kulit lebih kering.

Sama halnya dengan membasahi bibir saat kering, hal itu hanya akan memperburuk keadaan. Pastikan kamu sudah mengeringkan badan sebelum keluar saat cuaca dingin. Selain kelima cara di atas yang perlu diperhatikan saat cuaca dingin adalah tidak mengelupasnya.

Mengelupas kulit hanya akan memperburuk kondisi. Selain itu di beberapa kulit akan meninggalkan bekas luka yang menganggu penampilan. Jika kulit kering biasanya terjadi di lipatan kulit, tumit dan bibir.

Apabila terasa menganggumu sebaiknya gunakan lebih sering pelembab kulit.

Berita Terkait

Kalau Tak Mampu Jangan Dipaksa Soal Peserta BPJS Turun Kelas Menkes Terawan

Nurofia Fauziah

Mendadak Sakit Kepala Tak Melulu Minum Obat Solusinya, Cobalah Nikmati Secangkir Kopi

Nurofia Fauziah

9 Kebaikan Saat Rutin Minum Air Putih Setiap Hari, Diet Sukses hingga Kulit Halus

Nurofia Fauziah

Menggigil hingga Hilangnya Kesadaran Denyut Nadi Melemah Penyebab & Gejala Hipotermia

Nurofia Fauziah

5 Mimpi Ini Beri Sinyal Kesehatanmu Sedang Bermasalah Jangan Dianggap Sepele

Nurofia Fauziah

Jangan Sampai Stres Bisa Turunkan Imun Hindari Kerumunan Imbauan Pasien Sembuh dari Covid-19

Nurofia Fauziah

Bisa Jaga Kesehatan Jantung 6 Manfaat Jeruk Bali buat Kesehatan Tubuh

Nurofia Fauziah

Januari 2020 Ribuan Pengidap HIV/AIDS Bakal Putus obat ‎Stok Obat ARV Menipis

Nurofia Fauziah

Yuk Ikuti Kebiasaan Dokter Cantik Ini Jalan Cepat Minimal 15 Menit hendak Olahraga Murah & Gak Ribet

Nurofia Fauziah

10 Buah dan Sayur Ini Mampu Turunkan Kolesterol Usai Idul Adha: Pepaya, Wortel hingga Seledri

Nurofia Fauziah

Sakit Bisa Tambah Parah 4 Jenis Makanan yang Wajib Dihindari saat Menstruasi

Nurofia Fauziah

Olahraga Penting Bagi Ibu Hamil buat Jaga Imunitas saat Pandemi Covid-19

Nurofia Fauziah

Leave a Comment