Nasional

3.000 Personel TNI-Polri Berkumpul di Tembagapura Masih Ada 6 KKB

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, ada lima hingga enam kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang masih berada di Tembagapura, Mimika, Papua. "Mereka ( KKB) sebenarnya tidak banyak, tetapi mereka ada sekitar 5 6 kelompok yang selama ini bertengger di Puncak, Intan Jaya, kemudian Nduga. Itu mereka semua bergabung termasuk juga yang di Timika," kata Waterpauw melansir Kompas.com, Jumat (13/3/2020). Waterpauw mengatakan, KKB yang kini berada di Tembagapura, yaitu di antaranya KKB pimpinan Lelagak Telenggen, Egianus Kogoya, Jhony Botak, dan Gusbi Waker.

Saat ini ada sekitar 3.000 personel gabungan TNI Polri yang berjaga di Mimika. Polda Papua juga sudah mengajukan penambahan personel ke Mabes Polri. "Kami sudah ajukan penambahan pasukan, tapi masih lihat perkembangan situasi. Dengan kekuatan kita yang sekarang, kita bisa kuasai situasi di sana saya pikir masih cukup," kata Waterpauw.

Diberitakan sebelumnya, warga di Tembagapura minta dievakuasi karena kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari berbagai wilayah di pegunungan Papua sudah berada di sekitar kampung mereka. Anggota KKB menebar teror dengan menembaki pos penjagaan TNI Polri. Aksi itu membuat warga merasa terancam. Hingga kini, sebanyak 1.700 warga Tembagapura sudah mengungsi keTimika. Paulus Waterpauw mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pengejaran pada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang meresahkan warga Papua, khususnya di Tembagapura.

Mantan Kapolda Sumut ini menegaskan bakal memberikan tindakan tegas dan terukur pada KKSB karena sudah meresahkan masyarakat Papua. "Tentunya kami beri tindakan tegas karena sudah benar benar meresahkan. Kami akan hadapi mereka semua‎," ucap Paulus. Diketahui ribuan warga sejak Jumat (6/3/2020) hingga hari ini, Senin (9/3/2020) memilih mengungsi meninggalkan Distrik Tembagapura ke Timika.

Dari beragam kampung di Distrik Tembagapura, mereka berkumpul di Halaman Gereja Rehobot, Kab Mimika untuk didata kemudian diantar ke rumah sanak saudara. Jika situasi sudah kembali aman, mereka bakal dikembalikan lagi ke kampung halaman di Tembagapura. Warga memilih mengungsi lantaran khawatir menjadi korban dari serangan KKSB dalam beberapa hari terakhir di wilayah Tembagapura.

Terlebih aksi KKSB ini telah menewaskan anggota Brimob, Bharatu Anumerta Doni Priyanto. Selain itu, ada juga tiga guru di SD Inpres Baluni, Kampung Jagamin, Distrik Tembagapura yang disandra oleh KKSB dari Intan Jaya, pimpinan Gupsi Waker. Ketiga guru ini, EL, AL dan BL disandera oleh KKSB‎ pada 15 Februari 2020 dan berhasil dievakuasi menggunakan Helikopter Bell milik Polri ke Timika pada Rabu (26/2/2020).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta jumlah personel Satgas di Papua ditambah terkait ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membuat resah masyarakat bumi cenderawasih. Merespon itu, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan sejauh ini pihaknya akan mengevaluasi hal tersebut termasuk melihat perkembangan di lapangan. Jenderal bintang dua ini mengatakan apabila memang diperlukan penambahan pasukan, maka pihaknya akan meminta langsung ke Mabes Polri.

"Sejauh ini yang bertugas ada 5.000 personel, nanti kalau minta penambahan langsung ke Mabes Polri," ucapnya. Ditanya situasi di Papua saat ini, Paulus menjelaskan memang sementara ini sudah aman dan terkendali. Namun di beberapa lokasi belum terlalu kondusif.

Terlebih beberapa hari lalu, masih terjadi baku tembak antara KKB dengan petugas di pos pengamanan, Jila, Timika, Papua. "Sementara masih aman terkendali. Kalau dikatakan kondusif belum terlalu kondusif. Kemarin di Jila masih ada penembakan dari KKSB," singkatnya. Untuk itu, Polri dan TNI terus waspada dan berpatroli menjamin keamanan bagi masyarakat Papua agar bisa beraktifitas normal.

Diketahui ribuan warga sejak Jumat (6/3/2020) hingga hari ini, Senin (9/3/2020) memilih mengungsi meninggalkan Distrik Tembagapura ke Timika. Dari beragam kampung di Distrik Tembagapura, mereka berkumpul di Halaman Gereja Rehobot, Kab Mimika untuk didata kemudian diantar ke rumah sanak saudara. Jika situasi sudah kembali aman, mereka bakal dikembalikan lagi ke kampung halaman di Tembagapura.

Warga memilih mengungsi lantaran khawatir menjadi korban dari serangan KKB dalam beberapa hari terakhir di wilayah Tembagapura.

Berita Terkait

Tokoh-tokoh Indonesia SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah buat SMP

Nurofia Fauziah

Tommy Soeharto Akan Gugat SK Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nurofia Fauziah

Jokowi Ajak Resapi Makna Ibadah Puasa Masyarakat Jalani Ramadan saat Pandemi Corona

Nurofia Fauziah

Hilal Awal Syawal Belum Terlihat di Wilayah Indonesia Kemenag

Nurofia Fauziah

Polisi Minta Keterangan Pacar Yodi Prabowo Buru Pelaku Pembunuhan

Nurofia Fauziah

Aparat Jangan Terlalu Sensitif Mahfud MD Ungkap Pesan Jokowi

Nurofia Fauziah

Singgung Wartawan sambil Lihat Sekitarnya Prabowo Subianto Sampaikan Kelemahan Pertahanan Indonesia

Nurofia Fauziah

Pukul 21.00 WIB Tayang di Bioskop TransTV Malam Ini Inilah Sinopsis Film Don’t Breathe

Nurofia Fauziah

Ada 31 Instansi Menutup Pendaftaran pada Jumat 29 November 2019 Update CPNS 2019

Nurofia Fauziah

Pemerintah & DPR Korbankan Rakyat Demi Pilkada Ujang Komaruddin

Nurofia Fauziah

Wujudkan Spirit BUMN buat Indonesia Pegadaian Kenalkan Budaya AKHLAK

Nurofia Fauziah

Nurul Arifin Tidak Menyangka Bakal Jadi Mitra Kerja Prabowo Subianto

Nurofia Fauziah

Leave a Comment