Corona

20.796 Kasus Positif & Total 1.326 Pasien Meninggal Update Corona di Indonesia 22 Mei 2020

Juru Bicara Pemerintah untuk PenangananCovid 19,Achmad Yurianto, kembali menyampaikan angka terbaru terkait perkembangan kasus Corona di Indonesia. Ia mengungkapkan hinggaJumat (22/5/2020) pukul 12.00 WIB, masih terdapat penambahan kasus corona di Tanah Air. Hal inidisampaikan Yuri dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Graha (BNPB), Jakarta, dan disiarkan langsungJumat sore.

Tercatat kata Yuri pada hari ini, terdapat penambahan kasus positifvirus coronasebanyak 634 orang. Penambahan ini membuat pasien yang terkonfirmasi positifCovid 19di Indonesia secara total menjai 20.796 orang. "Ada kenaikan (kasus positif) sebanyak 634 orang, sehingga menjadi 20.796 orang," tegas Yuriyang dikutip dari YouTube BNPB Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Yuri menyebut seluruh provinsidi Indonesia telah terdampakvirus corona. "Sudah 395 kabupaten/kota di 34 provinsi yang terdampak," jelasnya. Lebih lanjut, ia mengungkapkan terkait pasienvirus corona yang meninggal dunia.

Data yang sama menyebutkan bahwa tercatat adapenambahan 48 pasien yang meninggal dalam 24 jam terakhir. Sehingga angka kematian di Indonesia saat ini menjadi 1.326 orang. Kabar baiknya,Yuri mengatakanpenambahan juga terus terjadi dalam pasien yang berhasil sembuh darivirus tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada hari ini terdapat 219 pasien yang berhasil sembuh. "Pasien sembuh meningkat 219 orang," kata Yuri. Penambahan ini membuattotalpasien sembuhdi Indonesia telah mencapai 5.057 orang.

Achmad Yurianto, memprediksi angka kasusCovid 19akan terus naik di Indonesia hingga lebaran tiba. Yuri menjelaskan kenaikan tersebut diakibatkan oleh sejumlah faktor yang terjadi akhir akhir ini. Mulai adanya aktivitas mudik hingga fenomena berbelanja tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

"Kalau angka nasional sebenarnya prediksi kita sampai dengan lebaran ini pasti akan cenderung naik." "Malah kita lihat minggu depan itu kalau aktivitas masyarakat tidak terkendali, kita masuk prediksi puncak nasional mestinya." "Karena sebenarnya yang dikhawatirkan menjelang lebaran, ada tradisi belanja dan sebagainya akan terjadi,"Kata Yuri yang dikutip dari

Yuri kemudian juga menjelaskan angka kenaikan kasus pada hari ini yang hampir tembus 1.000 kasus. Ia menyebut 973 kasus baru yang terkonfirmasi merupakan angka nasional yang tidak menggambarkan keadaan kabupaten maupun kota. Menurut Yuri meskipun angka nasional cenderung naik, terdapat beberapa daerah di Indonesia yang angka kasus stabil, bahkan turun.

"Ada beberapa kabupaten/kota yang angkanya cenderung turun dan stabil turun, ada yang masih fluktuatif, dalam artian masih naik turun. Dan ada pula daerah cenderung meningkat, rata rata nasionalnya seperti itu." "Contohnya seperti Aceh sudah hampir seminggu tidak ada kasus baru. Di Jakarta relatif turun. Tetapi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan cenderung naik. Untuk Jawa Tengah relatif datar," imbuhnya. Achmad Yuriantomenyebut hingga hari ini vaksin atau obat untukvirus corona atauCovid 19belum dapat ditemukan.

Oleh karenanya masyarakat diminta untuk dapat beradaptasi dengan keadaan normal yang baru (new Normal). Yakni menjalani gaya hidup baru dengan mengedepankan protokol kesehatan, serta terus produktif selama pandemivirus coronaatauCovid 19. Hal ini disampaikan Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2020).

"Dalam situasi seperti ini,virus coronabelum ditemukan vaksindan obatnya," kata Yuri yang dikutip dari YouTubeBNPB Indonesia. Sebab itu, ia mengungkapkan cara yang paling baik dalam mencegah dan memutus penularanCovid 19, yakni dengan menyesuaikan pola hidup di tengah pandemi. "Kita harus mengedapankan pola hidup bersih dan sehat, ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan kehidupan sehari hari."

"Pola hidup ini ditandai dengan satu yakni kita terus menjaga kebersihan tangan kita," ujar Yuri. Artinya kata Yuri masyarakat harus rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Kemudian yang kedua, yaknimasyarakat harusmulai membiasakan diri untuk dapat menjaga jarak fisik pada saat kontak dengan orang lain.

"Ini yang kemudian beberapa saat yang lalu kita sebut sebagaiphysical distancing,"ungkapnya. Selanjutnya masyarakat diwajibkan terbiasa menggunakan masker saat ke luar rumah. KemudianYuri juga menekankan masyarakat selektif terkait kapan harus keluar rumah di tengah pandemiCovid 19.

"Kalau tidak penting sekali tidak perlu ke luar rumah," tegas Yuri. Kendati demikian Yuri menuturkan berada di rumah tidak diartikan masyarakat tidak dapat produktif. Menurutnya, masayarakatmasih dapat terusproduktif dan berkarya, tetapi dengan mengedepankan prinsip prinsip untuk tetap aman dariCovid 19.

"Artinya produktif dan aman dariCovid 19," ujarnya. "Ini yang disebut dengan normal yang baru (new normal)." "Kita menginginkan kehidupan normal dalam artinya tetap bekerja, produktif dan bisa berkarya, tetapi barunya adalah kita aman dariCovid 19," jelasnya. (*)

Berita Terkait

30.159 Spesimen Covid-19 Diperiksa Hari Ini Tembus Target Jokowi

Nurofia Fauziah

Waspada! Gejala Penyakit Ini Bisa Menandakan Anak Terinfeksi Virus Corona

Nurofia Fauziah

Hari Ini Pemerintah Periksa 11.970 Spesimen Terkait Covid-19 Lampaui Target Jokowi

Nurofia Fauziah

Dua Target Ini yang Dikejar Presiden Sebut Dunia susah Kendalikan Covid

Nurofia Fauziah

Kurangnya Persiapan Dinilai sebagai Penyebab 3.300 Petugas Medis di Italia Tertular Virus Corona

Nurofia Fauziah

712 Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Update 25 Juni

Nurofia Fauziah

Jateng 10 Ribu Penambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Tambahan Positif Ini Sebaran per Provinsi

Nurofia Fauziah

522 Psikolog Siap Beri Konseling kepada Masyarakat Terdampak Corona

Nurofia Fauziah

Krisis Akibat Covid-19 Jadi Peluang Bagi Industri Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Sandiaga Uno

Nurofia Fauziah

Jadikan Acuan Pembenahan Kebijakan 53 8 Persen Tak Puas Kinerja Jokowi Tangani Covid-19

Nurofia Fauziah

Lebih dari 50 Persen Pasien Sembuh Keberhasilan Singapura Tangani Covid-19

Nurofia Fauziah

Peneliti Inggris Sebut Virus Corona Lebih Berbahaya Jika Menyerang Pria & Penderita Obesitas

Nurofia Fauziah

Leave a Comment