Regional

2 Orang Kritis Satu Warga Kalimantan Tewas Minuman Dioplos Pakai Disinfektan

Kegembiraan di acara kumpul kumpul pemuda di Desa Kamawakan, KecamatanLoksado,KabupatenHuluSungaiSelatan, Kalimantan Selatan, berubah menjadi petaka. Gara gara minuman dioplos dengan disinfektan, Junet (18), seorang peserta kumpul kumpul tewas. Sementara dua orang lagi, Rinto (22) dan Kurdi (20) kritis.

Oleh warga, semua dibawa ke RS H Hasan Basry, Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Satu orang lagi, Anta (20), sudah dibolehkan pulang. Dia juga sempat dirawat di PuskesmasLoksadodan kondisinya membaik.

Kepala Desa Kamawakan, Ardani, yang dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (20/5/2020), menjelaskan, korban meninggal dunia sudah dimakamkan di Desa Kamawakan saat Rabu pagi. Sedangkan korban kritis masih dirawat di RS H Hasan Basry. Mengenai kronologis kejadian, menurut Ardani, berawal saat korban Junet pulang kampung ke Kamawakan yang kemudian mengajak teman temannya bertemu untuk reunian.

Diketahui, Junet tinggal di Rantau, Kabupaten Tapin. Selanjutnya, mereka bertemu di Kantor Desa Kamawakan, Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 21.00 wita. Saat itu, kata Ardani, para aparat desa sedang sibuk membuat proposal untuk perbaikan jalan.

Sekitar pukul 22.00 Wita, mereka rupanya memanfaatkan pertemuan itu untuk pesta minuman. “Informasi yang kami peroleh, mereka minum salah satu merek minuman energi dan mencampurnya dengan cairan disinfektan dan alkohol,” kata Ardani. Dijelaskan, cairan itu sebenarnya tersedia di kantor desa untuk penyemprotan sehubungan dengan pencegahan virus corona.

“Aparat kami tidak ada yang tahu, kalau mereka mencampurnya untuk diminum,” ungkap Kades. Setelah meminum oplosan tersebut, kata Kades, empat remaja itu pulang ke rumah masing masing. Saat Selasa (19/5/2020) malam, sekitar pukul 22.00 Wita, korban Junet minta antar salah satu temannya, Agus, ke rumah Rinto.

Di rumah Rinto, mereka ngobrol. “Saat asyik ngobrol itu, tiba tiba Junet merasakan perutnya mules, lalu langsung ambruk dan meninggal dunia,” kata Ardani. Kondisi perut mules juga dialami tiga temannya yang ikut minum oplosan saat reunian, hingga dibawa warga ke PuskesmasLoksado. Namun, dua orang yaitu Kurdi dan Rinto kondisnya memburuk, sehinggasaat Rabu (20/5/2020) sore dibawa ke RS H Hasan Basry. Sedangkan satunya lagi. Anta, sudah diizinkan pulang.

KapolsekLoksado, Iptu Ichwanul Muslimin, dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, menyatakan, korban meninggal dan kritis diduga setelah meminum cairan disinfektan yang sudah bercampur alkohol. “Satu orang meninggal dunia, dua orang kritis dan satu orang sudah diiizinkan pulang setelah dirawat di PuskesmasLoksado. Dua orang lagi dibawa ke RS H Hasan Basry Kandangan,” kata Kapolsek.

Berita Terkait

Ternyata Jenazah Anaknya yang Hilang Pegawai Dinsos Perlakukan Istimewa Makam Korban Pembunuhan

Nurofia Fauziah

Ada Penambahan 64 Kasus Baru Covid-19 di DIY diumumkan 31 Juli 2020

Nurofia Fauziah

Korban Tewas di Luwu Utara 32 Orang & 16 Orang Masih Belum Diketahui Nasibnya

Nurofia Fauziah

Polisi Pendiri ‘Sekolah Kuota Gratis’ di Lahan Pemakaman Umum Mengenal Sosok Aiptu Paleweri

Nurofia Fauziah

Seorang Mahasiswa di Bandung Mengamuk Hingga Duduk di Kursi Pesakitan Dipicu Persoalan Parkir Mobil

Nurofia Fauziah

Gadis Ini Ternyata Sempat Ingin Buat Masker Tewas Dibunuh & Diperkosa Teman Ayah yang Tagih Utang

Nurofia Fauziah

Kontras Desak Pemerintah Bentuk Tim Independen Investigasi Dua Orang di Mimika Tewas Ditembak

Nurofia Fauziah

Viral Video Anak Kecil Tunjukkan Rumah Keluarganya yang Terletak di Sebuah Kebun di Solo

Nurofia Fauziah

Gempa Berkekuatan M 4.4 Guncang Cilacap Jawa Tengah Minggu Pagi Kedalaman 10 Km BMKG

Nurofia Fauziah

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Tertangkap BREAKING NEWS

Nurofia Fauziah

Tinggalkan Surat buat Keluarga yang Tak Beri Restu Sepasang Kekasih Bunuh Diri Diduga Minum Racun

Nurofia Fauziah

Setelah Pemuda Ini Pulang dari Ijtima Ulama Tabligh Gowa Satu Keluarga Positif Virus Corona

Nurofia Fauziah

Leave a Comment